ICI : 2 Tahun Kajari Kampar, Belum Ada Kasus Korupsi Naik Persidangan

Kamis, 08 Agustus 2019 - 00:57 WIB   [197 Klik]
Reporter : M Aulia
Redaktur : Raja Mirza

ICI : 2 Tahun Kajari Kampar,  Belum Ada Kasus Korupsi Naik Persidangan


KORANMX.COM, BANGKINANG--Indonesian Corruption Investigation (ICI) menyorot kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar. Pasalnya, dalam 2 tahun kememimpinan Dwi Antoro SH MH, belum ada kasus korupsi naik ke persidangan. 

"Ini langkah mundur penegakkan hukum di Kabupaten Kampar, Kejari tak bertaring mengungkap kasus korupsi," kata Kordinator ICI M Ikhsan kepada koranmx.com, Rabu (7/8/2019). 

Bahkan, kata Ikhsan kasus korupsi yang sudah dalam penyidikan pun tidak selesai juga penanganannya. 

Dari arsip berita yang ada padanya, Ikhsan menyebut ada 3 perkara korupsi yang tidak tuntas, yakni anggaran makan minum di Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) dengan dugaan penyimpangan anggaran mencapai hampir Rp 700 juta, kemudian proyek Gedung Pramuka dengan anggaran APBD Kampar 2017 sebesar Rp 1,2 Milyar lebih serta pungli Prona.

"Aneh saja, dari 3 kasus korupsi ini tidak ada satu pun yang bisa diselesaikan. Apakah Jaksa yang ada tidak paham atau ada hal lain. Sehingga perkara korupsi ini dikesampingkan atau mungkin sengaja diendapkan," tuturnya.

Bahkan ada lagi perkara korupsi ICON Plus, yang ditangani dihentikan hanya dengan alasan dari ahli saja. 

"Jadi apakah hanya karena keterangan ahli saja penyelidikan bisa terhenti. Apakah tidak ada bukti yang lain seperti uang yang sudah dibayarkan perusahaan. Itu ada dalam Syarat Syarat Khusus Kontrak (SSKK) antara Diskominfo dan ICON. Karena ini dibuktikan dari keluhan 17 OPD‎," tuturnya.

Untuk itu kita berharap, agar Kejari Kampar dan anggota serius dalam penanganan korupsi. Karena banyak media massa yang memberitakan penyimpangan yang terjadi. "Namun tangan penegak hukumnya malah diam saja, jadi miris melihatnya," sebutnya.

ICI yang juga mempunyai tugas sebagai kontrol sosial akan terus membuka mata dan telinga terkait perkara yang pernah di periksa. 

"Kalau memang perkara korupsi yang ditangani itu tidak mempunyai bukti yang cukup hentikan saja sesuai prosedur dan aturan hukum," jelasnya.

Sementara Kajari Kampar, Dwi Antoro saat dikonfirmasi koranmx.com melalui telepon seluler nya tidak berhasil dihubungi karena tidak aktif dan pesan yang dikirimkan juga tidak dibalas. (***) 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook