PT SSS Tersangka Karhutla

Jumat, 09 Agustus 2019 - 16:38 WIB   [83 Klik]

PT SSS Tersangka Karhutla

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo MM menggelar konferensi pers penanganan Karhutla yang ditangani Polda Riau.

PELALAWAN- PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Pelalawan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ini diumumkan langsung Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo  saat menggelar konferensi pers di lahan terbakar, Jumat (9/8).

‘’PT SSS kita tetapkan tersangka karena karhutla dari kelalaian pihak perusahaan,’’ kata Kapolda didampingi Dir Reskrimsus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto.

Fakta di lapangan, lahan yang dikelola PT SSS terbakar seluas 150 hektare. Pihak direksi perusahan sudah diperiksa. Mulai dari direktur utama hingga beberapa staf humasnya. Inisialnya EE, SG dan HO.

Penetapan tersangka korporasi itu, kata Kapolda, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, serta keterangan ahli. Hal itu sebagai bentuk komitmen Polda Riau dalam  penegakan hukum kasus karhutla.

‘’Perkara itu sudah naik ke tahap penyidikan. Kita juga telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak perusahaan,’’ papar Kapolda.

Pada tahun 2019 ini, kata Kapolda, hampir di seluruh kabupaten dan kota terjadi karhutla. Sama halnya dengan tersangka perorangan, juga tersebar wilayah Provinsi Riau.

‘’Dari 27 tersangka ini hampir tersebar di seluruh kabupaten dan kota,’’ sebut Kapolda.

Selain PT SSS, Kapolda tidak menampik, pihaknya bakal menetapkan satu perusahaan sebagai tersangka. Perusahaan itu bertanggung jawab atas kebakaran lahan yang terjadi di Langgam, Kabupaten Pelalawan.

‘’Satu perusahaan akan menyusul (jadi tersangka, red). Kasus itu, tengah kita dalami,’’ pungkas Jenderal bintang dua itu.

Selain penindakan hukum, Kapolda mengungkapkan pihaknya telah bekerja dengan melakukan tindakan sosialisasi agar masyarakat tidak membakar hutan. ‘’Kegiatan pencegahan juga sudah kita lakukan, tapi mereka pelaku masih nekat,’’ ungkap Kapolda.

Dalam penanganan kasus karhutla ini, Kapolda menegaskan pihak independen dan tidak bisa didikte pihak mana pun. ‘’Tak ada yang bisa dikte kita,’’ tegas Kapolda.

Saat menggelar ekspose di sekitar terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru itu, beberapa tersangka dihadirkan. Mereka para pelaku perorangan mengaku nekat bakar lahan untuk membuka lahan pertanian.

‘’Saya ingin membuka lahan untuk berani,’’ kata salah satu pelaku yang diinterograsi Kapolda.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, untuk jumlah tindak pidana karhutla sampai hari ini ada 28 kasus. ‘’Ada tambahan sejak kemarin angkanya 26 kasus. Termasuk dari korporasi,’’ kata Sunarto.

Tak Ingin Berkomentar Copot                                                                                                                                                                                                                                             Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo MM untuk pertama kalinya muncul di lapangan dan tampil di hadapan media dalam hal penanggulangan karhutla. Secara tegas saat di lapangan, ia enggan berkomentar menaggapi perintah copot yang diinstruksikan Presiden Jokowi.

Turun gunung orang nomor satu kepolisian di Riau ini berlangsung, Jumat (9/8) siang. Lokasinya di lahan terbakar di Kelurahan Air Hitam, Payung sekaki. Widodo didampingi Direktur Ditreskrimsus dan beberapa pejabat utama Polda Riau.

Tidak hanya menggelar konferensi pers penanganan dan pengungkapan kasus karhutla, Widodo juga menampakan peran memadamkan api menggunakan alat pemadam saat berada di lokasi.

Saat ditanya tanggapannya mengenai perintah copot presiden, Kapolda mengaku tidak ingin berkomentar mengenai hal tersebut. Tegas disampaikannya, Polda Riau sampai saat ini komit bekerja.

Termasuk melaksanakan tugas penegakkan hukum terhadap tersangka karhutla.

“Saya tidak mau berkomentar mengenai itu, karena beliau pimpinan kita. Yang jelas Polda Riau masih terus bekerja all out,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya mengenai keseriusan Polda Riau ikut menanggulangi karhutla, Widodo secara tegas mengatakan, tidak ada satu pihak lain pun yang bisa mengintervensi Polri dalam melaksanakan tugas.

“Polda Riau dalam hal ini tidak bisa didikte oleh siapapun. Kita bekerja profesional. Masyarakat juga bisa menuntut, pihak manapun bisa menuntut,” pungkasnya. =MX8/MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook