Kejari Inhu Limpahkan Berkas Korupsi Dinas PMD ke Pengadilan Tipikor

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 14:05 WIB   [129 Klik]
Reporter : Surya Abdi
Redaktur : Raja Mirza

Kejari Inhu Limpahkan Berkas Korupsi Dinas PMD ke Pengadilan Tipikor

Kedua tersangka saat dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

​​​​​KORANMX.COM, INHU-- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu) telah melimpahkan dua tersangka dugaan korupsi pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Inhu, Jumat (9/8/2019).

Untuk menjalani sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, kedua tersangka atas nama Bariono (58) dan Syafri Beni (51) dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Sementara untuk Suratman (60), ditetapkan sebagai tahanan kota akibat gagal ginjal yang dideritanya dan akan ditahan apabila sudah ada penetapan penahanan dari Pengadilan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhu Hayin Suhikto SH melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Ostar Al Pansri SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa berkas sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru. 

"Kedua tersangka sudah kita titipkan. Satu tersangka lagi karena Gagal ginjal, kini masih berstatus tahanan kota. Kita sedang menunggu penetapan dari Hakim, apabila penetapannya ditahan, akan segera kami tahan. Dan Ketiga berkas tersangkanya juga sudah kita limpahkan ke PN Tipikor Pekanbaru," ujar Kasi Pidsus Ostar Al Pansri SH MH kepada koranmx.com Jumat (9/8/2019). 

Kemudian kata dia, ketika berkas dugaan korupsi pada Dinas PMD Kabupaten Inhu sudah dilimpahkan, tentunya tinggal menunggu jadwal sidang. Begitu juga ketika sudah dilimpahkan dan status penahanan tersangka menjadi tanggungjawab Pengadilan.

Untuk pelimpahan itu, selain tersangka juga ada sejumlah barang bukti dalam bentuk dokumen. 

Tiga berkas tersangka yang dilimpahkan ke PN Tipikor Pekanbaru masing-masing atas nama Suratman yang merupakan mantan Kepala BPMD Kabupaten Inhu (sekarang Dinas PMD), Syafri Beni, mantan Sekretaris BPMD Kabupaten Inhu dan Bariono selaku pejabat pelaksanaan teknis kegiatan (PPTK). 

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka atas honor tenaga pendamping desa dan dana transportasi pendamping desa yang diduga diselewengkan.

Kemudian terhadap Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam (SP) berprestasi di wilayah Kabupaten Inhu dan dana transportasi pengelola UED SP pada kantor BPMD Kabupaten Inhu tahun anggaran 2012, 2013 dan 2014 lalu. 

"Dari hasil penyidikan yang dilakukan dan audit, Negara dirugikan hingga mencapai Rp 1.9 M," pungkasnya. 

Alasan Kesehatan, Suratman Berstatus Tahanan Kota 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu) menetapkan status penahanan Suratman, tersangka korupsi honor tenaga pendamping desa dan dana transportasi pendamping desa, Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam (SP) berprestasi di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebagai tahanan kota.

Keputusan itu diambil oleh Kejari Inhu setelah dilakukan uji laboratorium terhadap kesehatan Suratman di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari.

Kepala Kejari Inhu, Hayin Suhikto SH MH yang didampingi Kasi Pidsus Kejari Inhu, Ostar Al Pansri SH MH kepada koranmx.com mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan itu berdasarkan surat rekomendasi yang diterima oleh pihak Kejari Inhu saat pelimpahan.

"Kita menerima surat keterangan sakit, karena kita ragu makanya kita melakukan pengecekan kesehatan terhadap Suratman. Sementara dua tersangka lainnya, Syafri Beni dan Bariono dinyatakan sehat dan langsung dilakukan penahanan," ungkap Kajari Inhu Hayin Suhikto saat ditemui di ruangannya, beberapa waktu lalu.

Hayin melanjutkan, sebagai tahanan kota Suratman dijamin oleh anak dan istrinya.

Selama berstatus sebagai tahanan kota, maka tersangka tidak diperkenankan keluar dari Kabupaten Inhu tanpa seizin pihak Kejari Inhu.

Untuk penjelasan soal penyakit yang diderita Suratman, Hayin mengundang dokter umum dari Dinas Kesehatan, Dr Reza untuk menjelaskan kepada awak media.

Dr Reza menjelaskan pengujian kesehatan SR dilakukan pada 14.09 Wib di RSUD Indrasari Rengat.

Selain bertanya jawab soal kronologis penyakit yang diderita tersangka Suratman, dokter juga melakukan pengujian fisik.

Hasilnya diketahui bahwa tersangka Suratman menderita penyakit diabetes militus dan sudah mengalami komplikasi.

"Suratman mengalami gangguan ginjal stadium tiga, hipertensi, dan anemia. Selain itu anggota gerak tubuh Suratman sudah mulai kebas-kebas," ungkap Dr Reza menjelaskan komplikasi penyakit yang diderita tersangka Suratman.

Oleh karena itu dokter menyarankan agar Suratman harus menjalani pengobatan secara rutin. (***)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook