PPK Pembangunan RSP UR Diperiksa Jaksa

Senin, 12 Agustus 2019 - 16:30 WIB   [47 Klik]

PEKANBARU—Armia menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada bidang Pidana Khusus (Pidsus), Senin (12/8). Pemeriksaan terhadap Armia itu dilakukan oleh Jaksa Penyidik dalam penyidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Riau (UR).

Dalam kegiatan pembangunan RSP, diketahui Armia saat itu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX. “Benar, yang bersangkutan sebagai saksi,” ucapnya.

Dalam penyidikannya, dilanjutkannya, Jaksa Penyidik belum melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. Artinya, sampai saat ini, Jaksa Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti.

“Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti, masih mendalami. Jika sudah terkumpul semua, baru nanti nanti gelar perkara untuk penetapan tersangkanya,” lanjutnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Jaksa Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak-pihak terkait sebagai saksi. Mereka adalah Konsultan Pengawas dalam proyek itu, yakni PT Kuantan Graha Marga, Rumbio Tampubolon dan seorang Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM), Desi Riasari.

Selanjutnya, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Mudjiatko dan Bendahara dalam proyek pembangunan tersebut, Rustam.

Diketahui, pengusutan perkara itu dilakukan atas laporan pihak perguruan tinggi negeri itu kepada Korps Adhyaksa Riau. Menanggapi hal itu, sejumlah pihak diundang dan diklarifikasi.

Adapun pihak yang telah dimintai keterangan saat perkara masih dalam tahap penyelidikan, yaitu Rektor UR, Aras Mulyadi sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk proyek yang dikerjakan tahun 2015 lalu itu.

Selain itu, penyelidik juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak lain. Di antaranya Armia selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Wandri Nasution dari PT Mawatindo Road Construction (MRC). Perusahaan itu merupakan rekanan yang mengerjakan pembangunan RSP UR.

Lalu, pihak PT Asuransi Mega Pratama, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Panitia Lelang ULP UR pada kegiatan tersebut, dan Konsultan Pengawas.

Pembangunan gedung B RSP UR berasal dari APBN tahun 2015 melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar Rp50 miliar. Dalam pelaksanaan lelang,

PT MRC keluar sebagai pemenang dengan harga penawaran sementara (HPS) sebesar Rp47,8 miliar setelah mengalahkan 35 perusahaan lainnya.

Namun, dalam pengerjaannya PT MRC tidak mampu menyelesaikan pembangunan. Hingga 31 Desember 2015, progres pembangunan 50 persen. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook