Direktur PT MRC Wajibkan Bayar Rp40 Miliar

Mantan Sekda Dumai Dituntut 7,5 Tahun

Senin, 12 Agustus 2019 - 16:44 WIB   [82 Klik]

PEKANBARU—Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Sekretaris Daerah (Sekdako) Dumai, Muhammad Nasir dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan. Hukuman itu terkait dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

Tuntutan itu dibacakan JPU KPK Roy Riyadi SH dan Feby Dwi Andospendi SH, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (12/8). Yang mana, dalam persidangan itu majelis hakim diketuai oleh Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH.

“Menuntut terdakwa Muhammad Nasir dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan (7,5 tahun),” ucap JPU Roy dalam isi tuntutannya.

JPU menilai, Muhammad Nasir terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Terdakwa Muhammad Nasir juga dibebankan membayar denda sebesar Rp600 juta subsidair 6 bulan penjara,” ujar JPU.

Tidak sampai di situ, Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis itu juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2 miliar.

“Jika tidak dibayarkan setelah putusan inkrah, maka harta benda milik terdakwa disita untuk negara. Jika harta benda terdakwa tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,” terang JPU.

Dalam perkara itu, ada terdakwa lainnya. Dia adalah Direktur PT Mawatindo Road Construction (PT MRC) Hobby Siregar. Oleh JPU, dengan pasal yang sama, Hobby dituntut lebih tinggi dibandingkan dengan Muhammad Nasir.

“Menuntut terdakwa Hobby Siregar dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp700 juta atau subsidair 6 bulan penjara,” tutur JPU.

Sama halnya dengan Muhammad Nasir, JPU KPK juga mewajibkan Hobby Siregar untuk membayar UP kerugian negara. Namun, jumlahnya lebih besar dibandingkan Muhammad Nasir, yakni sebanyak Rp40,8 miliar.

“Jika tidak dibayarkan setelah putusan inkrah, maka harta benda milik terdakwa disita untuk negara. Jika harta benda terdakwa tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun,” jelasnya.

Atas tuntutan itu, kedua terdakwa mengajukan nota pembelaan (pledoi). Sidang pledoi itu, dijadwalkan pada pekan depan oleh majelis hakim.

Terdakwa Muhammad Nasir dan Hobby Siregar diduga melakukan tindak pidana korupsi kegiatan peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis yang merugikan negera sebesar Rp105 miliar.

Kedua terdakwa melakukan beberapa perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun suatu korporasi pada Agustus 2012 hingga Desember 2015 silam. Nasir memperkaya diri sebesar Rp2 miliar.

Kemudian, Hobby Siregar Rp40,8 milyar, Herliyan Saleh Rp1,3 miliar, H Syarifuddin alias Haji Katan Rp292 juta dan Adi Zulhalmi Rp55 juta. Tak hanya itu, beberapa pihak yang juga menikmati keuntungan proyek multiyear bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis.

Mereka di antaranya, Rozali menikmati Rp3 juta, Maliki Rp16 juta dan Tarmizi Rp20 juta. Lalu, Syafirzan Rp80 juta, M Nasir Rp40 juta, M Iqbal Rp10 juta, Muslim Rp15 juta, Asrul Rp24 juta serta Harry Agustinus Rp650 juga. Total kerugian negara Rp105.881.991.970,63. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook