Kapolri: Terbukti, Pelaku Korporasi dan Perorangan Diproses

Senin, 12 Agustus 2019 - 21:54 WIB   [55 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Kapolri: Terbukti, Pelaku Korporasi dan Perorangan Diproses

foto/okezone

KORANMX.COM, PEKANBARU -- Dalam lawatan kerjanya bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri LHK Siti Nurbaya di Riau, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, sudah  menginstruksikan seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan pembakaran lahan dan hutan.

Dalam penegakan hukum, Tito menyebutkan, akan menindak tegas pelaku Korporasi maupun dari kalangan perorangan.

''Seluruh Kapolda sudah saya minta, melakukan penegakan hukum tegas bagi perorangan dan korporasi,'' kata Tito, didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya dan Panglima TNI, usai pemaparan di ruang Pandawa VIP Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (12/8/2019) petang.

BERITA TERKAIT:

Panglima TNI: Tunggu Kemarau Berlalu Kita Manfaatkan Bom Air

Selasa, Panglima TNI Cek Karhutla ke Langgam Pelalawan

Terkait penanganan pelaku Karhutla di Riau, Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah memproses 28 tersangka. Dari angka angka untuk, satu di antaranya adalah tersangka korporasi, yakni PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Pelalawan.

Tito mengakui, bahwa 90 persen kebakaran hutan dan lahan disebabkan tangan manusia membuka lahan dengan membakar lahan.

Jenderal bintang empat ini menyebutkan, telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kapolda se-Indonesia dan jajaran. Agar tegas memproses pelaku perorangan dan korporasi yang terlibat Karhutla.

''Untuk jangka pendek kita akan lakukan upaya penegakan hukum dengan tegas,'' tegas Tito.

Penegakan hukum dilapangan, sebut Tito juga bisa dilakukan oleh pihak TNI dan jajaran. Jika memang menemukan kasus karhutla dilapangan.

''Kalau teman-teman dari TNI ada yang menemukan pelaku Karhutla. Silakan langsung amankan, nanti kita proses,'' ujar Tito.

Menurut Tito, tindakan tegas itu ia instruksikan. Bertujuan agar memberi efek jera bagi yang lain yang punya niat untuk melakukan hal yang sama.

''Saat ini kita inginkan ada tindakan tegas baik perorangan maupun perusahaan, agar menjadi efek jera,'' tegas Tito. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook