Mencegah Lebih Baik, Alfedri Kuatkan Komitmen Pencegahan Dini Karhutla

Selasa, 13 Agustus 2019 - 15:32 WIB   [163 Klik]

Mencegah Lebih Baik, Alfedri Kuatkan Komitmen Pencegahan Dini Karhutla

Bupati Siak Alfedri saat besiap melakukan pengecekan karhutla.

KORANMX.COM, SIAK -- Bupati Siak, Alfefri menyebut, mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi. Untuk itu harus ada komitmen bersama terkait hal tersebut agar karhutla tidak terus terjadi setiap tahun.

Untuk memperkuat komitmen tersebut Bupati Siak Alfedri telah menekankan kepada seluruh jajarannya agar memprioritaskan pencegahan. Ia juga minta jajarannya melakukan koordinasi secara lintas sektoral dan turun langsung ke perusahaan perusahaan perkebunan yang ada di siak.

"Melakukan pencegahan dini terhadap karhutla sudah jadi komitmen kita ditambah lagi dengan adanya arahan Presiden dalam Rakornas karhutla beberapa waktu lalu. Maka kita akan kuatkan komitmen agar pelaksanaannya lebih tegas lagi," tandas Alfedri kemarin di Siak usai memimpin apel siaga karhutla di PT KTU Koto Gasib, Siak.

Kedepan, imbuhnya, pihaknya akan lebih intens lagi dalam memprioritaskan langkah-langkah pencegahan di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Sedangkan pada kasus kebakaran yang saat ini melanda beberapa titik di wilayah Kabupaten Siak, pihaknya bersama BPBD Provinsi, Manggala Agni dan TNI/Polri, terus berjibaku guna menjinakkan si jago merah.

Namun demikian, lanjutnya, dalam pencegahan dini ataupun penanganan karhutla, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, terutama korporasi perkebunan dan masyarakat.

"Yang paling penting, pencegahan. Jangan sampai api sudah membesar baru kita bingung. Kalau sudah apinya membesar, apalagi di hutan gambut, akan sangat sulit sekali memadamkannya," sebutnya.

Alfedri menegaskan, pimpinan di setiap daerah hingga ke jajaran terendah harus bersama-sama selalu mengingatkan kepada masyarakat agar bisa memprioritaskan pencegahan sehingga tidak lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan untuk ditahun 2019 ini memang lebih rendah dari tahun 2015, namun meningkat dari tahun 2018. Untuk itu, semua pihak harus bahu membahu dalam melakukan pencegahan dan bila sudah terlanjur tercetus, maka segera ditangani. Jangan hanya menunggu petugas damkar, Manghala Agni atau TNI/Polri saja. Siapapun yang melihat pertama kali, segera padamkan sebisanya dahulu sembari mengontak petugas.

"Untuk mengelola lahan perkebunan jangan dengan cara membakar namun dengan merubah cara bagaimana agar tidak membakar lahan.jangan sekali kali membakar hutan dan lahan. Kepada pihak terkait, tingkatkan patroli serta tingkatkan penegakan hukum," tegasnya. ***

 

Teks : Yanti Sugrianti

Foto: Yanti Sugrianti & Humas Pemkab Siak

 

GALERI

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook