BRG Bantu Satgas Padamkan Api

Pembakaran Lahan Dilakukan Secara Sistematis

Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:42 WIB   [45 Klik]
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Raja Mirza

Pembakaran Lahan Dilakukan Secara Sistematis

Kepala BRG, Nazir Foead membantu Satgas padamkan api

KORANMX.COM, PEKANBARU--Maraknya kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini di berbagai daerah, khususnya Provinsi Riau, disebabkan masih berlangsungnya proses pembakaran lahan dalam skala besar.

Atas hal itu, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead menanggapinya. Menurutnya, kegiatan pembakaran lahan tersebut dilakukan secara sistematis oleh sejumlah pihak.

Hal ini diungkapkannya kembali usai melakukan kegiatan lapangan untuk membantu pemadaman api di wilayah Riau, Sabtu, (10/8/2019) lalu.

Dijelaskannya, kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau belakangan ini, berdasarkan laporan dari Kepala BPBD Riau yang melakukan patroli udara bersama Deputi BRG pada hari Jumat (9/8/2019), pembakaran tersebut dilakukan secara sistematis.

“Apabila ini terus berlangsung, maka makin sulit menghilangkan kabut asap. Kita harap ada penyelidikan lebih lanjut dari aparat hukum. Polda Riau telah bergerak cepat mengungkap pembakaran sistematis serupa di Pelalawan, yang disaksikan Gubernur Riau ketika patroli udara pekan lalu, dengan penetapan sejumlah tersangka. Termasuk satu perusahaan perkebunan, kita patut apresiasi tindakan tegas ini,” ujarnya.

Terkait kebakaran lahan di Kampar, Riau, Nazir menyaksikan kerja MPA binaan Manggala Agni, personel Dinas LHK Riau, TNI dan Polri melakukan pemadaman.

"Sumber air dari kanal masih ada walau tidak melimpah. Diperlukan sumur bor dibangun di tempat dimana air dari kanal sudah terlalu jauh untuk mencapai api," ucapnya.

Beruntung, diungkapkan Nazir, anggota kelompok masyarakat (Pokmas) setempat sudah difasilitasi BRG dan Pemprov Riau untuk membuat sumur bor. Dibutuhkan 3 sampai 4 jam untuk mencapai air tanah di kedalaman 20 meter. Dengan air yang cukup berlimpah dari sumur dan bisa dipompa untuk memadamkan hingga radius 200 meter, dan sumur bor kedua akan dibuat 200 meter dari sumur pertama, sehingga api bisa terkepung.

"Saya menyaksikan semprotan air masih sangat kuat di jarak 180 m dari sumur, dan pembasahan gambut dapat berjalan dengan cukup efektif," ungkapnya.

Khusus untuk wilayah Tapung di Kampar, tambahnya, yang sedang dikunjunginya, Nazir mengungkapkan akan membangun 50 sumur bor untuk mengantisipasi kebakaran ke depan. Sebagian wilayah tersebut berupa semak belukar, nantinya akan dikelola masyarakat menjadi kebun nanas.

“Sehingga masyarakat bisa menjaga area tersebut dan mencegah kebakaran di saat kemarau,” pungkasnya. (***) 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook