Ribut di Tempat Hiburan Malam

Kombes Iwan Ancam Tembak Kasatpol PP

Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:45 WIB   [2525 Klik]

PEKANBARU—Video pertengkaran antara Kasat Pol PP Agus Pramono dengan Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau Kombes Pol Iwan Eka Putra, Jumat (23/8) viral di media sosial. Lokasinya di tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru.

Pertengkaran itu terjadi ketika Satpol PP Kota Pekanbaru menggelar razia. Sedikitnya 60 personel dikerahkan dengan target tempat hiburan malam yang melewati jam operasional. Salah satunya di Jalan Kuantan, Pekanbaru.

“Menghalang-halangi penertiban, berkata mau menembak saya,” Kata Agus paramono.

Dalam cekcok mulut itu, sebut Agus, Kombes Iwan sempat mengungkap siapa dirinya. Katanya dari BNN Riau yang sedang melakukan penyamaran.

“Kalau memang dari BNN, kan seharusnya dia join sama saya. Harusnya dia paham saya lakukan penertiban. Harusnya dia dukung saya,” terang Agus.

Agus mengakui bahwa dirinya telah dihubungi via telepon oleh Kombes Iwan. Namun Agus belum dapat menerima atas kejadian tersebut.

“Saya tidak mau. Saya mau atasan dia yang nelepon atau yang datang ke sini. Kalau diam- diam saja, ayok. Saya bisa saja nanti sore lapor Kapolda,” tegas Agus.

Emosi karena Pengungkapan Gagal
Terpisah, Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Riau Kombes Pol Iwan Eka Putra mengatakan bahwa keributan adu mulut dirinya dengan Kasat Pol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono di basement salah satu tempat hiburan malam hanya salah paham.

“Hanya miskomunikasi saja,” ucapnya saat ditemui Pekanbaru MX di ruang kerjanya, Kantor BNN Provinsi Riau, Jalan Pepaya, Jumat (23/8) siang.

Keributan itu terjadi saat Satpol PP tengah melakukan kegiatan razia. Yang mana, dalam video yang menjadi viral itu, Iwan diamankan oleh petugas Satpol PP saat turun dari lift. Saat mau diamankan itulah terjadi adu mulut antara Iwan dengan Agus.

“Jadi saat itu, ada dua institusi  berada di tempat yang sama dengan kegiatan yang berbeda. Satpol PP dengan kegiatannya dan saya dengan kegiatan undercover,” ucapnya.

“Saya emosinya karena saat itu saya mau diamankan, ditambah pula gagal pengungkapan saya dengan tim. Saya dengan tim mau pengungkapan 5000 (ekstasi) saat itu. Lokasinya di sekitaran tempat hiburan itu,” sambungnya.

Terkait dengan dirinya yang disebut sedang mabuk oleh Kasat Pol PP, Iwan pun membantahnya. Ia berkilah tidak ada minum beralkohol di tempat hiburan tersebut.

“Tahu dari mana dia (Kasat Pol PP) saya mabuk. Saya emosi seperti itu, karena mau diamankan dan gagal pula undercover kami. Itu saja,” terangnya.

Diceritakannya, dirinya berada di tempat hiburan itu kurang lebih sejak pukul 01.00 WIB. Seperempat menit kemudian, dirinya keluar menggunakan lift tempat hiburan tersebut.

“Kenapa saya ada di dalam, karena target lainnya ada di dalam juga. Sebentar kok saya di dalam, makanya turun lagi. Pas turun itulah sudah ada Satpol PP dan mau mengamankan saya,” ceritanya.

Hal senada disampaikan penyidik Madya BNNP Riau AKBP Haldun. Kala itu, pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap target narkoba di lokasi tersebut.

Keributan itu, lanjut Haldun murni kesalahpahaman  antara keduanya. Terlebih mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

‘’Sekarang sudah tidak ada masalah dan sudah clear lah. Karena sudah diselesaikan secara baik-baik antara kedua belah pihak,’’ pungkas Haldun.

Disesali Gubernur                                                                                                                                                                                                                                                             Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menyesalkan adanya keributan yang terjadi antara Kasat Pol PP Pekanbaru dengan Kepala Penindakan dan Pemberantasan BNNP Riau. Meski belum mendapatkan laporannya, ia berharap peristiwa itu tidak terulang.

''Saya belum dapat laporan soal keributan itu,'' kata Syamsuar.

Menurut Syamsuar, hal itu tidak perlu terjadi. Sebab, antara Kasat Pol PP Pekanbaru dan Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNNP Riau Sama-sama orang pemerintahan.

''Tentunya peristiwa itu terjadi sangat kita sesalkan, karena posisinya sama-sama orang pemerintahan,'' ujar Syamsuar. =MX23/MX10/MX9

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook