Pungutan Komite Dihentikan, Sekolah Letakkan Bakul Sumbangan

Rabu, 04 September 2019 - 16:01 WIB   [55 Klik]

Pungutan Komite Dihentikan, Sekolah Letakkan Bakul Sumbangan


PEKANBARU—Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Pekanbaru menghapuskan uang komite. Kebijakan ini menyusul keluarnya surat edaran (SE) dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, terkait larangan pungutan dalam bentuk apapun kepada siswa yang bersifat rutin.

Sebelumnya, komite sekolah ini memungut iuran kepada siswa setiap bulannya dengan jumlah yang berbeda. Besaran pungutan iuran tersebut bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per bulan.

“Tergantung kesepakatan orangtua siswa dan ketua komite. Yang kurang mampu digratiskan, tidak membayar. Namun sekarang tidak kita pungut lagi uang komite sejak surat edaran keluar,” kata Kepala SMAN 5 Pekanbaru Selamet kepada Pekanbaru MX, Selasa (3/9).

Dijelaskan Selamet, pemungutan uang komite dihentikan setelah pihak sekolah menggelar rapat MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kota Pekanbaru pada 22 Agustus lalu. Berdasarkan surat edaran dari Disdik Riau, maka disepakati uang komite tidak boleh dipungut lagi.

“Surat edaran tanggal 20 keluar. Kita lakukan rapat tannggal 22 dengan MKKS. Sejak itu kita tidak pungut lagi,” etgas Selamet.

Menurutnya, penghapusan uang komite tersebut belum layak untuk diberlakukan di sekolah. Sebab bantuan dari pemerintah seperti BOS (bantuan operasional sekolah) dan BOS daerah belum mampu memenuhi kebutuhan biaya yang diperlukan oleh para siswa dan sekolah.

Seperti biaya untuk gaji tenaga pendidik honorer, gaji untuk pegawai tata usaha, pegawai kebersihan, pegawai keamanan sekolah dan segala bentuk aktivitas kegiatan siswa yang memerlukan biaya.

“Belum memadai kalau hanya mengharap dana BOS, dan belum seharusnya. Dibandingkan keperluan saat ini, bantuan pemerintah sangat kecil sekali,” terang Selamet.

Selamet mengatakan, dampak penghapusan uang komite ini, pihak sekolah terpaksa harus mengorbankan program-progam, seperti kegiatan siswa dalam mengikuti pertandingan maupun olimpiade.

Mirisnya, pihaknya bahkan terpaksa merumahkan sementara tenaga kebersihan dan keamanan sebanyak enam orang.

“Tanggal 6 besok terpaksa kita rumahkan dulu enam tenaga kebersihan dan keamanan kita. Karena kondisi keuangan yang tidak memadai. Kalau memang cukup dengan bantuan BOS, mungkin akan kita panggil lagi untuk bekerja,” lanjutnya.

Saat ini, pihak sekolah juga meletakkan bakul sumbangan untuk membayar lahan parkir yang disewa oleh sekolah sebesar Rp24 juta satu tahun. Lahan parkir tersebut digunakan untuk parkir kendaraan para siswa yang membawa kendaraan.

SMA Negeri 5 memiliki 26 pegawai honorer, yang terdiri dari guru, pegawai tata usaha, pegawai kebersihan, pegawai keamanan sekolah dan penjaga. Sementara untuk siswa saat ini ada berjumlah 1.200 orang.

Selamet berharap, dengan keluarnya surat edaran dari Disdik Riau terkait pelarangan melakukan pungutan dalam bentuk apapun, pemerintah dapat memberikan tambahan dana BOS untuk mencukupi kebutuhan siswa dalam proses belajar mengajar dan dapat membantu kebutuhan sekolah.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SMAN 5 Muklis ketika dikonfirmasi mengatakan belum ada memberikan informasi kepada orangtua siswa untuk memberhentikan uang komite tersebut.  “Belum ada kita beri tahu orang tua siswa untuk diberhentikan. Karena kita belum rapatkan,” kata Muklis.

Dijelaskan Muklis, uang komite tersebut bukan uang pungutan. Namun itu merupakan sumbangsih dari orangtua siswa untuk mendukung proses pendidikan di sekolah.

Sebab bantuan BOS dari pusat hanya sebesar Rp1,4 juta per tahun untuk satu anak. Ditambah dari provinsi Rp400 ribu, jadi hanya Rp1,8 juta yang diterima siswa per tahunnya.

“Sementara dari RAKS untuk satu siswa itu membutuhkan Rp3 juta lebih,” katanya lagi.

Ditegaskannya, uang komite tersebut tidak dipaksa kan. Hanya sumbangsih orangtua siswa dan tidak ditentukan harus membayar sejumlah tertentu.

“Ada sekitar 200 siswa yang tidak mampu yang tidak membayar uang komite. Dan itu kita gratiskan, karena memang tidak ada paksaan. Semua tergantung orangtua siswa saja,” terang Muklis.

Dalam waktu dekat akan diadakan rapat komite terkait permasalahan ini untuk membicarakan uang komite, apakah tetap dilanjutkan apa dihentikan. =MX23



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook