Korupsi Rehabilitasi Kawasan Konservasi Bakal Ada Tersangka Baru

Rabu, 04 September 2019 - 16:08 WIB   [63 Klik]

Korupsi Rehabilitasi Kawasan Konservasi Bakal Ada Tersangka Baru

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Aslely Turnip SIK memperlihatkan barang bukti.

ROKANHULU—Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) terus berupaya melakukan pengungkapan secara tuntas terhadap perkara dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang dalam jabatan terhadap kegiatan Rehabilitasi Kawasan Konservasi/Lindung Bukit Suligi.

Meski sudah resmi menetapkan seorang tersangka dalam perkara ini, yakni mantan pejabat Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul inisial YR, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru.

Hal itu dikatakan Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi saat ekapos, Selasa (3/9) kemarin. M Hasyim menerangkan, saat ini tersangka baru Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial YR.

“Meski sudah ada tersangka dan sudah dilakukan penahanan, kita terus dalami perkara ini dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” kata M Hasyim.

Kegiatan di Blok A seluas 250 hektare dengan anggaran sebesar Rp728,9 juta ini  bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2010 silam.

Dijelasnya, pihak pelaksana salah satu kelompok tani di Kecamatan Tandun. Dia tidak menyelesaikan pekerjaannya, di mana dari 250 hektare yang harusnya dilakukan reboisasi berupa penanaman tanaman kayu-kayuan keras, hanya sekitar 80 hektare yang direalisasikan.

Modus operandi, PPK membuat berita acara serah terima tahapan hasil pekerjaan, seolah-oleh seluruhnya dikerjakan seluas 250 hektare. Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, hanya 80 hektare dikerjakan atau ditanami.

“Berdasarkan hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Riau, ada temuan kerugian negara sekitar Rp117,9 juta lebih.

Setelah berproses, akhirnya perkara ini dilaporkan ke Polres Rohul sekitar tahun 2012 lalu,” kata Kapolres M Hasyim yang saat itu didampingi Kasat Reskrim AKP Aslely Turnip SIK.

Sejak pertama kali dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rohul, mereka sempat mendapatkan beberapa kali P-19. Namun, pada Agustus 2019 ini, berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Lamanya pengungkapan perkara dugaan korupsi ini, dijelaskan M Hasyim karena mereka tidak mau ceroboh dalam menetapkan tersangka. Dalam artian butuh pendalaman.

“Setelah dirasa cukup, kita tetapkan tersangka dan yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan dan akan dilimpahkan ke kejaksaan,” ucap Kapolres.

Bukan hanya itu, dalam mengungkap perkara ini, sebelumnya, pihak penyidik Polres Rohul, Kejagung RI, JPU Kejari Rohul dan BPKP sempat melakukan gelar perkara bersama Bareskrim Polri berserta

Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) RI di lantai 7 gedung KPK RI, sekitar September 2016 silam. Untuk tersangka YR dijerat Pasal 2,3 dan 9 Undang-Undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ancaman minimal 4 tahun penjara.

“Beberapa hari ke depan, berkas perkara dan tersangka akan diserahkan ke penuntut umum Kejari Rohul guna dilakukan proses lanjutan,” jelas M Hasyim. =MX20



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook