Curiga Kematian Putri Bungsunya Tidak Bunuh Diri

Rabu, 04 September 2019 - 16:24 WIB   [87 Klik]

PEKANBARU--Kematian Lidia Septiana Damaris (33), ibu anak satu yang ditemukan dalam posisi tergantung di kusen rumah kontrakannya, dipertanyakan bapak kandungnya Ramli Sihotang (61).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penunggang becak motor ini mengaku sengaja datang dari Belawan, Sumatera Utara (Sumut) memenuhi panggilan penyidik Polsek Tenayan Raya.

Begitu sampai di Pekanbaru, Ramli yang melihat kondisi dan foto anaknya tergantung, merasa curiga dan ada kejanggalan.

‘’Katanya anak saya bunuh diri. Tapi penampakan di foto yang tersebar di media, tidak seperti bunuh diri. Kakinya menyentuh lantai, kalau masih hidup bisa berdiri,’’ kata Ramli kepada Pekanbaru MX.

Ia juga merasa kecewa dengan Riski menantunya, karena sejak anak bungsunya itu ditemukan tewas, yang bersangkutan tidak pernah melihat korban. ‘’Suami sampai detik ini, tidak pernah melihat jenazah korban,’’ sebut Ramli.

Menurut pengamatan nya di foto tersebut, terlihat seperti ada luka-luka di kepala ada bercak darah di tangan yang luka lecet. Kemudian, seperti ada terlihat luka tusukan di bagian perut.

‘’Melihat kejanggalan ini, kami dari keluarga berharap dugaan korban dibunuh dapat diungkap,’’ kata Ramli.

Ia mengakui, tidak mengenal betul menantunya itu. Karena saat datang ke Belawan pada Februari lalu, korban sempat ribut. ‘’Setelah ribut, suaminya pulang dan korban tinggal,’’ ujar Ramli.

Sebelum memutuskan menikah dengan Riski, anaknya tersebut bernama Elvirida Cahyati Boru Sihotang.

‘’Setelah nikah dengan Riski anak saya itu langsung mualaf. Sebelum mualaf, namanya Elvirida Cahyati,’’ ujar Ramli Sihotang.

Sementara itu, bapak angkat korban Anizar menyebutkan, selama tinggal di rumah kontrakannya, Jalan Swadaya, Gang Swasembada, Tenayan Raya, Pekanbaru, suami korban (Riski, red) kurang bergaul dengan para tetangga.

Korban kata Anizar juga sering terdengar ribut dengan suaminya. Suaminya juga mengaku tak pernah datang kerumah baru, namun ada warga yang melihat.

‘’Setelah beberapa hari korban tidak keluar rumah. Riski juga meminta warga dan temannya mencari keberadaan istrinya. Setelah beberapa hari tidak ada kabar,’’ ujar Anizar.

Bahkan, sebut Anizar, setelah kematian istri keduanya, suaminya tampak kurang perhatian. Terpisah, terkait dugaan kematian korban karena dibunuh.

Kasubdit Dokkes Yanmed Bidokkes Polda Riau Kompol Supryanto mengatakan, dari hasil autopsi pihaknya. Tidak ditemukan adanya luka-luka dibagian kepala dan tangan.

‘’Dari hasil pemeriksaan bagian dalam tubuh korban, hanya kita dapatkan luka lecet dibagian leher,’’ jelas Suprianto.

Terkait dugaan luka di kepala dan tangan korban, pihaknya belum bisa memastikan karena luka kondisi tubuh korban sudah membusuk.

‘’Soal luka di kepala dan tangan itu, tidak bisa kita pastikan. Karena kondisinya sudah membusuk,’’ terang Supryanto.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan tewas dengan posisi tergantung dan sudah membusuk, Jumat (30) pagi tadi.

Korban bernama Lidia Septiana Damaris (33) pertama kali ditemukan Afrizal Usman (52) pemilik rumah kontrakannya, Jalan Swadaya, Gang Swasembada, Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kronologis korban ditemukan, pada Jumat (30/8/2019) Julharmito di hubungi oleh pemilik Afrizal rumah agar mengecek rumah korban karena 10 hari tidak ada kabar.

Begitu dilihat melalui jendela kamar depan, saksi melihat korban dalam posisi  berdiri tegak dan leher tergantung di konsen pintu kamar depan.

Kemudian saksi mengabari pemilik rumah dan melanjutkan melapor ke Polsek Tenayan Raya. Selanjutnya, petugas tiba bersama tim identifikasi Polresta Pekanbaru. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook