Perkara di Samsat dan Bansos Bengkalis P19

Kamis, 05 September 2019 - 15:20 WIB   [35 Klik]

Perkara di Samsat dan Bansos Bengkalis P19


PEKANBARU—Dua perkara dugaan korupsi yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau tak kunjung selesai. Sampai detik ini, penyidik belum mampu menyelesaikan kelengkapan berkas perkara.

Perkara dimaksud yakni dugaan korupsi penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau serta dugaan korupsi dana hibah bantuan sosial Kabupaten Bengkalis.

Pada dugaan korupsi penerbitan SKPD di Samsat Bapenda Riau, penyidik Polda Riau telah menetapkan dua orang tersangka. Darmawati, seorang aparatur sipil negara yang berdinas di Samsat dan Juljalali, pegawai honorer di Samsat.

Untuk dugaan korupsi Bansos Kabupaten Bengkalis, polisi juga telah menetapkan dua orang tersangka. Mereka merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2009-2014, Yudhi Veriantoro dan Suhendri Asnan.

Terkait dengan dua perkara ini, jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sebelumnya sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap berkas perkara para tersangka.

Namun, dari pemeriksaan berkas perkara yang dilakukan, masih ditemukan adanya ketidaklengkapan. Sehingga berkas perkara itu dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi sesuai dengan petunjuk atau P19.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Muspidauan SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Kamis (5/9).

“Berkas kedua perkara itu masih di tangan penyidik. Memang sebelumnya sudah pernah diperiksa oleh jaksa peneliti, tapi karena masih terdapat kekurangan, makanya dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi sesusai dengan petunjuk (P19),” ucap Muspidauan.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam proses penanganannya, pihaknya selalu mendapat laporan terkait perkembangan untuk melengkapi berkas perkara yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Riau. Meskipun selalu mengabari, berkas perkara tersebut belum juga dilimpahkan kembali ke jaksa peneliti.

“Meskipun belum dilimpahkan lagi (berkas perkara), mereka (penyidik) ada memberitahu ke kita terkait perkembangan melengkapi berkas perkara itu. Ya tetap koordinasi terus kok,” lanjutnya.

“Kalau kenapa lama sekali, coba tanya ke sana (Polda Riau). Itu kan teknis penyidik, bukan kewenangan kita,” pungkasnya. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook