Dugaan Korupsi Jembatan WFC

KPK Periksa 2 Pejabat PUPR

Kamis, 05 September 2019 - 16:07 WIB   [148 Klik]

KPK Periksa 2 Pejabat PUPR


PEKANBARU--Pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi Jembatan Water Front City (WFC) Bangkinang oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  masih berlanjut. Kamis (5/9) pagi, giliran sejumlah pegawai dan pejabat diketahui dari Dinas PUPR Kampar yang dipanggil.

Sejak pukul 08.00 WIB, sejumlah pegawai Dinas PUPR Kampar sudah memasuki ruangan pemeriksaan yang disediakan Polres Kampar. Masing-masing membawa berkas.

“Yang masuk ke dalam ini ada tujuh orang tadinya. Mereka para pegawai di Dinas PUPR Kampar,” kata sumber dari anggota Polres Kampar yang tidak mau disebutkan namanya.

Dari pagi hingga siang, belum ada yang keluar dari ruang pemeriksaan. Baik dari petugas KPK, maupun sejumlah saksi yang dipanggil.

Sekitar pukul 13.45 WIB, Sekretaris Dinas PUPR Kampar Zaini Dahlan dan Zaena selaku Kasi di PUPR Kampar datang. Mereka langsung memasuki ruangan pemeriksaan dengan membawa sejumlah berkas.

Menurut salah satu petugas KPK, pemeriksaan yang mereka lakukan di Mapolres Kampar sudah berakhir. Jumat (6/9) nanti, mereka sudah kembali ke Jakarta.

“Besok kami akan ke Jakarta. Jadi sejumlah saksi kemungkinan akan diperiksa di Jakarta, karena banyak pemeriksaan lagi,”ungkapnya

Beredar kabar bahwa masih ada sejumlah pejabat Kampar yang akan diperiksa KPK. Di antaranya anggota DPR RI terpilih Syahrul Aidi Maazat Lc MA dan mantan Bupati Kampar Jefri Noer.

Jubir KPK Enggan Jawab                                                                                                                                                                                                                                                        Tak hanya itu, informasinya KPK tengah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Kampar, Jefry Noer, di gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (5/9).

Namun, hal ini belum ada jawaban dari Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi Pekanbaru MX via pesan WhatsApp.

Pemeriksaan Diundur                                                                                                                                                                                                                                                  Menanggapi hal ini, Syahrul Aidi Maazat Lc MA mengaku pemeriksaannya diundur. ''Saya dijadwalkan diperiksa pada hari Rabu. Tapi karena saya masih di Lemhanas, pemeriksaan saya diundur hari Sabtu,'' ujar Syahrul Aidi kepada wartawan.

Syahrul Aidi mengaku sedang berada di Jakarta dan akan pulang ke Kampar untuk menjalani pemeriksaan komisi anti rasuah di gedung serbaguna Mapolres Kampar.

Pemeriksaan dirinya, sebut Syahrul Aidi, berkaitan dengan posisinya sebagai pimpinan DPRD pada priode 2009-2014. ''Saya waktu itu wakil ketua,'' ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, semula MoU proyek Jembatan WFC ini ditandatangani pimpinan yang diajukan sebagai proyek multiyers pada APBD P 2013.

''Menurut Kemendagri ternyata tidak boleh pada perubahan, akhirnya batal,'' jelas Syahrul.

Hingga akhirnya, kata Syahrul, proyek jembatan WFC ini disahkan pada 2015-2016. ''Pada priode 2014-2019 saya anggota biasa,'' kata Syahrul menambahkan.

Syahrul menyebut, pemeriksaan ini hanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus yang membelit ADN. ''Intinya, yang dicari siapa yang nerima uang,'' tukasnya.

Periksa Mantan Ketua DPRD                                                                                                                                                                                                                                                   Dua orang mantan Ketua DPRD Kampar, Safrizal dan Ahmad Fikri juga diperiksa tim penyidik KPK.  Sebagai saksi dugaan korupsi Jembatan WFC Bangkinang.

Ahmad Fikri mengaku, ia diperiksa oleh tim dari KPK seputar pembahasan APBD Kampar dalam proyek WFC tersebut. "Jadi saya ceritakan saja apa adanya dan apa yang saya ketahui tentang pembahasannya," ucapnya, Rabu (4/9).

Pria yang menjabat  Ketua DPRD Kampar tahun 2013 ini mengatakan, terkait masalah proyek multiyear yang berjalan saat itu ia baru saja menggantikan posisi  Safrizal selaku Ketua DPRD Kampar 2009-2013.

"Posisinya di saat menjelang satu tahun habisnya jabatan DPRD Kampar," jelas Ketua DPD Golkar Kampar yang akrab disapa Ongah ini.

Fikri juga menyebutkan untuk pemeriksaan tadi turut diperiksa Safrizal dan H Saidin sebagai saksi oleh KPK. Begitu juga dari Dinas PUPR Kampar dan Sekretariat Pemkab Kampar juga diperiksa sebagai saksi.

"Ini menyangkut seputar WFC. Namun untuk materi mereka saya tidak tahu," jelasnya.

Sebelumnya, KPK merilis tersangka dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Jembatan WFC tahun anggaran 2015-2016 di Bangkinang. Ekspos penetapan tersangka itu dibacakan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang didampingi juru bicara  KPK, Febri Diansyah, pada Kamis (14/3) lalu.

“Dalam proses penyidikan, KPK menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah AND (Adnan) dan IKT (I Ketut Suarbawa),” ucap Saut.

Adnan dalam proyek tersebut, merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar. Sedangkan I Ketut Suarbawa, merupakan Manejer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manejer Divisi Operasi I di perusahaan tersebut.

Oleh KPK, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp39,2 miliar,” jelasnya. MX10/MX19/GRC



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook