Sepekan Operasi Patuh

10.340 Pelanggaran, 9 Nyawa Melayang

Kamis, 05 September 2019 - 16:53 WIB   [61 Klik]

10.340 Pelanggaran, 9 Nyawa Melayang

Petugas Satlantas menilang sejumlah pengendara saat Operasi Patuh di Jalan Cut Yak Dien, belum lama ini.

PEKANBARU—Sepekan pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus 2019, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau merilis sebanyak 10.340 pelanggaran di jalan raya terjadi dan sebanyak sembilan nyawa pengendara melayang di jalan raya. 

Dari data yang dirilis terkait 10.340 pelanggaran terjadi, Ditlantas Polda Riau melakukan tindakan tegas berupa  penindakan langsung (tilang) terhadap 9.172 pengendara yang melakukan pelanggaran dan sebanyak 1.168 pelanggaran dikenakan sanksi teguran.    

Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pelanggaran di jalan raya masih didominasi para pengendara kendaraan roda dua atau sepeda motor dengan bentuk pelanggaran terbanyak yakni tidak menggunakan helm saat berkendara mencapai 3.227 pelanggaran.

Diurutan berikutnya, berupa pelanggaran melawan arus sebanyak 561 perkara. Lalu sebanyak 393 pelanggaran pengendara di bawah umur, 88 perkara pelanggaran batas kecepatan. Pelanggaran lainnya, seperti menggunakan telepon genggam saat berkendara terjadi sebanyak 23 perkara.   

Ditlantas Polda Riau juga menyimpulkan, jumlah pelanggaran pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm mengalami peningkatan sebanyak 14 persen dari operasi patuh tahun sebelumnya yang hanya menindak 1.340 pelanggaran serupa.

Begitu juga untuk pelanggaran melawan arus, jumlahnya meningkat mencapai 52 persen dari satu tahun sebelumnya yang menindak 369 pengendara.

Penurunan jumlah pelanggaran terdapat pada perkara pengendara menggunakan telepon genggam dengan persentase penurunan 53 persen dari tahun sebelumnya yang menindak 49 perkara.    

‘’Yang menjadi perhatian tahun ini, jumlah pengendara di bawah umur meningkat jauh dari tahun sebelumnya, mencapai 342 persen. Tahun 2018 hanya 89 perkara, tahun ini meningkat mencapai 393 perkara. Ini tentunya akan dievaluasi,’’ kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK, Kamis (5/9) siang.    

Pengendara Bawah Umur Meningkat
Sementara itu, untuk kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepekan pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus 2019, Ditlantas Polda Riau mencatat sebanyak 13 kasus terjadi dengan kerugian korban meninggal.

Akibatnya sebanyak 9 jiwa dan sebanyak 5 jiwa mengalami luka berat, serta sebanyak 6 jiwa. Sedangkan untuk kerugian materi dari 13 kasus lakalantas yang terjadi mencapai Rp49,1 juta.    

‘’Total keseluruhannya dari lakalantas yang terjadi sepekan pelaksanaan tahun ini menunjukan penurunan dari kejadian di tahun sebelumnya yang mencapai 19 kasus dengan jumlah jiwa meninggal dunia sebanyak 11 orang, luka berat 15 orang, luka ringan 6 orang,’’ terang Sunarto.    

Diakhir keterangannya, Sunarto kembali memberikan perhatian lebih terhadap pelanggaran berupa pengendara di bawah umur yang tidak hanya ditemukan pada pengendara roda dua saja.

Akan tetapi di tahun ini, juga didapati sebanyak tiga pelanggaran di bawah umur pada pengguna roda empat yang di tahun sebelumnya nihil terjadi.    

‘’Kita menghimbau para orang tua untuk turut memberikan pendidikan berlalu lintas mengenai baik buruknya risiko mengendarai kendaraan bagi anak di bawah umur. Kita berharap kita semua menjadi pelopor keselamatan berlalulintas dan menjadi budaya di negeri ini,’’ pungkasnya. =mx8



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook