Terdakwa Korupsi Cetak Sawah Cicil Uang Kerugian Negara ke Kejari Pelalawan

Kamis, 05 September 2019 - 19:12 WIB   [311 Klik]
Reporter : M Said
Redaktur : Oce E Satria

Terdakwa Korupsi Cetak Sawah Cicil Uang Kerugian Negara ke Kejari Pelalawan

M Yunus mantan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPT Distan Kecamatan Teluk Meranti dan Sutrisno mantan Kepala Unit Pelayanan Terpadu Dinas (UPTD) Kecamatan Teluk Meranti saat ditahan Kejari Pelalawan Kamis (23/6/2019) silam. [Foto: M Said/korax.com]

KORANMX.COM, PANGKALANKERINCI -- Kembali seorang terdakwa korupsi cetak sawah jilid II, Dinas Pertanian (Distan) Pelalawan, M Yunus mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp55 juta ke Kejari Pelalawan.
   
Penyerahan itu diwakili oleh istri terdakwa Yunus dan didampingi penasehat hukumnya. Pengembalian uang itu diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Pelalawan Andre Antonisu SH bersama beberapa staf jaksa fungsional,
beberapa hari lalu.
   

 Kasi Pidsus Kejari Pelalawan Andre Antonisu SH

''Ya terdakwa M Yunus telah mengembalikan uang sebesar Rp55 juta dari total penghitungan kerugian negara sebesar Rp185 juta yang harus diganti. Sedangkan sisanya dijanjikan  akan dikembalikan dalam
minggu ini,'' jelas  Kajari Pelalawan,  Nophy T South SH MH ketika kepada koranmx.com melalui Kasi pidsus Andre Antonius SH, kemarin.
     
Setelah uang pengembalian dari terdakwa Yunus selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPT Distan Kecamatan Teluk Meranti, pihak Kejari langsung menitipkan ke rekening Kejari Pelalawan, di bank BRI cabang Pangkalan Kerinci.
     
Namun sebelumnya juga terdakwa lain yakni Sutrisno melalui keluarganya juga telah mengembalikan uang kerugian negera sebesar Rp20 juta dari total kerugian negera sebesar Rp1 miliar atas kasus cetak sawah di desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti tersebut.  
     
'Total pengembalian kerugian negara yang telah kita terima dalam kasus cetek sawah Distan Pelalawan, jilid II sudah Rp75 juta,'' ungkap Andre yang juga mantan tim Satgassus Tipikor Kejati Kepri.
     
Kasus korupsi cetak sawah jilid II ini  menyeret Sutrisno yang merupakan Kepala Unit Pelayanan Terpadu Dinas (UPTD) Kecamatan Teluk Meranti, bersama dengan M Yunus selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPT Distan kecamatan Teluk Meranti.
     
Keduanya saat ini telah mendekam di balik jeruji besi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru dan sedang menjalani sidang di PN Tipikor Pekanbaru, dengan agenda sidang Selasa pekan depan menghadirkan saksi.
   
Namun selain menyeret oknum PNS dan pesiunan pegawai Distan itu, terhadap proyek cetak sawah senilai Rp1 miliar dari ABPN tahun 2012, juga dua orang lainnya yang kini sedang menjalai hukuman penjara setelah divonis bersalah oleh hakim PN Tipikor Pekanbaru, yakni Jumaling sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) dan Kharuddin sebagai kontraktor. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook