Kuching Dikepung Jerebu, Malaysia akan Kirim Nota Diplomatik ke RI

Sabtu, 07 September 2019 - 15:35 WIB   [391 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Kuching Dikepung Jerebu, Malaysia akan Kirim Nota Diplomatik ke RI

Pemandangan kawasan Kuching yang berjerebu. [Foto: Bernama]

KORANMX.COM, KUCHING -Jerebu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mencemaskan warga Sarawak, Malaysia.  Sabtu (7/9/2019) pagi kawasan itu mencatat peningkatan Indeks Pencemaran Udara (IPU) dengan Kuching menjadi satu-satunya kawasan mencatat IPU sangat tidak sehat yakni 204 setakat pukul 9 pagi waktu setempat.

Sekretariat Jawatankuasa Pengurusan Bencana (JPBN) Sarawak, Mejar Ismail Mahedin dari Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM) Sarawak menyebut , kawasan yang mencatat IPU tidak sehat juga meningkat 8 banding 6 kawasan sore kemarin.

Delapan kawasan di negeri ini mencatat IPU tidak sehat antara 106 hingga 186 termasuk tiga kawasan di Miri, sekitar Bandar Raya Miri, Sekolah Kebangsaan (SK) Baram 2 serta Institut Latihan Perindustrian (ILP) Miri.

"Kawasan lain mencatat IPU tidak sehat adalah Sri Aman, Samarahan, Sarikei, Sibu dan Mukah," katanya dalam pernyataan yang dikutip Kosmo.com.my dari kantor berita Bernama. Sabtu.

Menurutnya, 12 titik panas telah dikesan di Sarawak manakala di Indonesia titik panas dikesan paling banyak di Kalimantan iaitu 1,087 dan Sumatera 306 titik panas.

IPU antara 0 dan 50 adalah baik, 51 hingga 100 (sederhana), 101 hingga 200 (tidak sihat), 201 hingga 300 (sangat tidak sihat) dan 300 ke atas (berbahaya).

Sementara itu Malaysia dikabarkan akan mengirim nota diplomatik ke Indonesia. Langkah itu merupakan upaya agar Indonesia segera mengambil tindakan untuk memadamkan api, yang menyebabkan ekspor jerebu atau kabut asap di wilayah neger Jiran tersebut.

Deputi Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia, Isnaraissah Munirah Majilis mengatakan, nota itu juga akan mendesak Indonesia untuk mencegah kebakaran berulang.

"Itu akan dikirim secepat mungkin. Kami berada dalam tahap akhir penyusunannya," katanya setelah menghadiri pengarahan tentang masalah-masalah terkait kabut asap di Departemen Lingkungan Hidup (DOE) pada Jumat (6/9/2019) seperti diberitakan The Star.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook