Baru Bercerai Tewas Ditembak

Minggu, 08 September 2019 - 16:26 WIB   [171 Klik]

Baru Bercerai Tewas Ditembak


PEKANBARU--Suasana duka menyelimuti rumah orangtua Yu di Jalan H Sulaiman, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Ahad (8/9) siang itu, pihak keluarga menunggu kedatangan jenazahnya dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Barat (Sumbar).

Depan rumah bernomor 7 itu sudah beridiri sebuah tenda. Sejak pagi, warga sudah silih berganti datang untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa kepada pihak keluarga.

Di atas meja yang ada di luar rumah, ada papan nama yang dipersiapkan untuk makam Yu.  Di depan gang rumah duka, berjejer empat papan bunga tanda belasungkawa dan bendera putih.

Menurut salah seorang pria merupakan kerabat Yu, jenazah Yu akan datang Ahad (8/9) sore. Namun, tak banyak yang bisa disampaikannya.  

‘’Dia anak pertama dari dua bersaudara,’’ kata pria tersebut.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah Yu akan disalatkan di Masjid Rahmat Ilahi. Jaraknya sekitar lima meter dari rumah orangtuanya.

Informasi lain disampaikan Agus, tetangganya. Yu baru-baru ini diduga baru bercerai dengan istrinya.

‘’Saya jarang jumpa dia. Info terbaru yang saya dengar, dia baru bercerai,’’ ungkap Agus.

Diketahui, Yu tewas ditembak depan Mako Polres 50 Kota, Sumbar, pada Sabtu (7/9) pagi lalu. Yu diduga membawa narkoba dan senjata api bersama teman wanitanya WH dari Kota Pekanbaru.

Kejadiannya berawal sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi itu, Satlantas bersama personel Polsek Pangkalan melakukan razia Operasi Patuh di wilayah hukum Polsek Pangkalan. Tepatnya depan Pos Lantas Polsek Pangkalan.

Tak lama kemudian, petugas menghentikan satu unit mobil Honda Jazz warna putih BM 1516 SF. Bukannya berhenti, si pengemudi justru mengacungkan senjata api dari dalam mobil dengan kecepatan tinggi.

Kemudian Kanit Turjawali menghubungi Kanit SPKT Aipda Romi Paslah untuk melakukan razia depan Mako Polres 50 Kota bersama personel Sat Reskrim, Satres Narkoba dan Satlantas.

Berselang waktu satu jam, mobil tadi melintas  depan Mako Polres 50 Kota. Lalu diberhentikan petugas. Namun, pengemudi menabrak tiga mobil yang ada di depannya dan mencoba mundur.  

Dari dalam mobil Yu mengacungkan senpi. Sehingga direspon petugas dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara sambil meminta pengemudi keluar mobil.

Yu ternyata tidak menghiraukan imbauan petugas. Bahkan, kembali menodongkan senpi ke arah petugas. Sehingga personel mengarahkan tembakan ke arah mobil.

Terhitung ada 12 kali personel Polres 50 Kota melepas tembakan peringatan dan ke arah mobil Yu. Akibatnya Yu meninggal dunia dengan luka tembakan menembus di lehernya.

Berbeda dengan WH. Wanita 27 tahun itu mengalami luka tembak pada tangan kanan. Hasil pemeriksaan urine, positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Hasil penggeledahan, personel Polres 50 Kota berhasil mengamankan satu unit mobil Jazz warna Putih BM 1516 SF, narkotika jenis sabu lebih kurang 400 gram dan senpi jenis FN warna hitam tanpa peluru.

Koordinasi dengan Polda Riau
Polres 50 Kota, Sumbar sudah berkoordinasi dengan Polda Riau terkait peristiwa penembakan Yu. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto SIK, Ahad (8/9) siang.

‘’Ia Polres 50 Kota telah berkoordinasi dengan kita Polda Riau,’’ kata Sunarto.

Koordinasi ini, lanjut Sunarto, terkait pengembangan dan pengecekan kebenaran identitas dari Yu dan WH yang berada satu mobil.

Selain itu, koordinasi ini juga diperlukan untuk pengembangan jaringan peredaran sabu yang ditemukan pada Yu.

‘’Koordinasi ini biasa dilakukan, apalagi untuk tujuan pengembangan,’’ ungkap Sunarto

Kurang Bergaul
WH, seorang wanita diamankan di Mapolres 50 Kota dikenal kurang bergaul dan tertutup di lingkungan tempat tinggalnya.

Ini diketahui saat ditelusuri Pekanbaru MX di Perumahan Hangtuah Home Blok C1, RT 02, RW 15, Jalan Sialang Bungkuk, Kelurahan Sialang Sakti, Tenayan Raya, Pekanbaru.

Menurut salah seorang warga sekitar Satria, WH tinggal bersama abang dan orangtuanya. Namun, mereka jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Jarang kelihatan, orang di rumah sana jarang kumpul juga sama warga. Mereka tertutup, biasalah orang perumahan,” kata Satria kepada Pekanbaru MX.

Ternyata, WH dan keluarganya baru tinggal di perumahan tersebut. Ia juga mengetahui bahwa WH juga telah memiliki anak.

“Kata abangnya waktu saya tanya kemarin, sebelumnya tinggal di Panam. Baru satu tahunanlah mereka di sini,” terang Satria.

Keluarga WH, kata Satria, sudah berangkat ke Sumbar untuk melihat anaknya. “Rumah sudah kosong. Mereka berangkat semua tadi malam (Sabtu) ke Sumbar,’’ pungkasnya.

Senada disampaikan salah seorang tetangga yang tidak mau disebutkan namanya. Ia mengaku tidak tahu atas kejadian yang dialami WH.

“Kalau dia (WH) saya gak tau. Yang saya tahu kalau gak salah namanya Wili, mungkin itu abangnya. Tapi jarang kelihatan sih,’’ cetus Wanita tersebut.

Dari luar pagar, rumah WH tampak terkunci. Ada satu unit mobil pick up dan satu unit sepeda motor jenis matic di halaman. =MX9/MX23

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook