Korupsi Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih

Soal Nama-Nama Penerima Aliran Dana, Jubir KPK Bungkam

Senin, 09 September 2019 - 19:30 WIB   [208 Klik]

Soal Nama-Nama Penerima Aliran Dana, Jubir KPK Bungkam


MANTAN Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai Muhammad Nasir dan ‎Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC) Hobby Siregar sudah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mengenai kelanjutan kasus, sampai saat ini masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, dalam dakwaan yang menjerat dua orang ini, ada aliran dana ke beberapa pihak.

Berdasarkan isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang telah dibacakan di persidangan, banyak pihak-pihak terkait disebut menerima aliran dari proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, yang merugikan keuangan negara itu.

Seperti, mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh sebesar Rp1,3 miliar, Makmur alias Aan Rp60,5 miliar, H Syarifuddin Rp292 juta, Adi Zulhami sebesar Rp55 juta, Rozali sebesar Rp3 juta, Maliki Rp16 juta, Tarmizi sebesar Rp20 juta, Syafirzan sebesar Rp80 juta, Muhammad Nasir Rp40 juta, Muhammad Iqbal Rp10 juta, Muslim Rp15 juta dan 1 unit sepeda motor Kawasaki tipe KLX, Asrul Rp24 juta dan Hurri Agustianri Rp650 juta.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan seorang lainnya sebagai tersangka. Dia adalah dari pihak swasta, Makmur alias Aan. Namun, dalam perjalanannya, Makmur sampai saat ini belum juga dihadapkan ke meja hijau.

Terkait hal ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak menjawab dan bungkam. Padahal, pesan yang disampaikan telah dibacanya.

Untuk diketahui, Muhammad Nasir divonis pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp500 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2 miliar atau subsider 1 tahun penjara.‎

Sedangkan Hobby Siregar, divonis pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan, denda Rp500 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Hobby juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp40.876.991.970,63, atau subsider 3 tahun penjara.

Sebelumnya, JPU menuntut Muhammad Nasir dengan hukuman 7 tahun 6 bulan penjara, denda Rp600 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Tidak hanya itu, ia juga ‎diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2 miliar.

Sedangkan Hobby Siregar, JPU menuntutnya dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp700 juta atau subsider 6 bulan penjara. Terkait uang pengganti kerugian negara, JPU mewajibkan Hobby Siregar untuk membayar Rp40,8 miliar lebih atau subsider tiga tahun kurungan.

Dalam dakwaan JPU, ‎Muhammad Nasir dan Hobby Siregar diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negera sebesar Rp105 miliar.

Keduanya melakukan beberapa perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun suatu korporasi pada Agustus 2012 hingga Desember 2015 silam. Muhammad Nasir memperkaya diri sebesar Rp2 miliar, dan Hobby Siregar Rp40,8 miliar.‎

Dipidanakannya Muhammad Nasir dalam perkara ini, dikarenakan saat proyek itu berjalan, ia menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis.‎ =MX10‎



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook