Rumah Diserang OTK, Istri Polisi Minta Keadilan

Selasa, 10 September 2019 - 16:31 WIB   [919 Klik]
Reporter : Riawan Saputra
Redaktur : Oce E Satria

Rumah Diserang OTK, Istri Polisi Minta Keadilan

Darmiwati bersama suaminya, Aiptu I Ketut Jelantik.

KORANMX.COM, PEKANBARU -- Darmiwati (50) warga Jalan Putri Indah, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru gundah karena laporannya ke pihak Polresta Pekanbaru pada 1 Agustus 2019 yang lalu seperti kurang ditanggapi. Istri dari Aiptu I Ketut Jelatik ini melapor karena rumahnya diserang sejumlah OTK.

Kepada koranmx.com  Jumat (6/9/2019) Darmiwati menuturkan jika laporan bernomor LP/622/VIII/2019/SPKT I Resta PKU ini bermula ketika sejumlah orang yang tidak di kenal (OTK) mendatangi rumahnya di Jalan Putri Indah, belakang Prime Park Hotel Pekanbaru. OTK tersebut mengaku jika tanah tempat rumahnya berdiri itu adalah milik OTK itu. Lalu terjadi perang mulut antara salah seorang dari OTK tersebut dengan suami pelapor yang bernama Aiptu I Ketut Jelatik dan diketahui bertugas di SPN Pekanbaru.

Dan pada akhirnya salah satu OTK tampak menarik Aiptu Jelatik hingga tersungkur. Melihat hal itu, Darmiwati langsung menjerit histeris. Jeritan Darmiwati akhirnya membuat para OTK itu berhenti melakukan aksinya dan langsung meninggalkan lokasi kejadian.

''Kejadiannya sudah sebulan yang lalu. OTK itu mengaku jika tanah tempat rumah saya berdiri ini adalah milik mereka. Sudah sering mereka melakukan intimidasi seperti ini dan yang parah pada terakhir ini. Suami saya yang seorang polisi sempat ditariknya hingga tersungkur. Padahal suami saya itu lagi sakit-sakitan,'' tutur Darmiwati mengisahkan.

Untuk itu ia berharap pihak kepolisian agar segera merespon laporannya tersebut. Dan menginginkan agar pelaku penyerangan di rumahnya itu agar bisa ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Darmiwati juga menjelaskan jika ada permasalahan dengan tanah yang ia tempati ini, dirinya siap untuk menempuh jalur hukum. Dan pihak yang mengaku bersengketa dengannya seharusnya juga menempuh jalur hukum bukan melakukan intimidasi atau cara-cara seperti gaya premanisme.

''Kita sayangkan kenapa mereka yang mengaku bersengketa tanah dengan saya tidak melakukan tindakan dengan cara hukum. Malah melakukan intimidasi seperti preman, kami tidak terima itu,'' pungkas Darmiwati.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto  melalui Kasat Reskrim AKP Awaluddin SIK ketika dikonfirmasi koranmx.com beberapa waktu lalu mengaku jika pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah orang yang terlibat perselisihan itu. Bahkan Awaludin mengaku jika rencananya Senin kemarin pihaknya juga memanggil beberapa nama untuk di mintai keterangan. Namun menurutnya itu masih dalam rencana.

''Rencana senin di panggil. Kan rencana bro,'' ujar AKP Awaluddin.

Akan tetapi setelah di konfirmasi ulang koranmx.com pada Selasa (10/9/2019) Kasat Reskrim AKP Awaluddin malah mengaku tidak tahu akan laporan tersebut dan menyarankan agar mengkonfirmasi laporan itu ke Kanit.



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook