Mahasiswa Kampar: Jokowi Jangan Tutup Mata, Gubernur dan Bupati Tak Sanggup!

Selasa, 10 September 2019 - 18:43 WIB   [516 Klik]
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Mahasiswa Kampar: Jokowi Jangan Tutup Mata,  Gubernur dan Bupati Tak Sanggup!


KORANMX.COM, BANGKINANG -- Mahasiswa Kampar mengecam pemerintah kabupaten dan provinsi yang  dinilai tidak tegas dan jelas dalam menangani masalah bencana asap yang kian memprihatinkan di Riau.

Selasa (10/9/2019) mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang melakukan aksi keprihatinan di Bundaran Balai Bupati Kampar. Sembari membagi-bagikan masker untuk pengguna jalan, mereka membentangkan spanduk protes yang ditujukan pada Presiden Jokowi.

"Pak Jokowi jangan tutup mata !!

Bantu kami Rakyat Riau mengatasi kabut asap. Pak Gubernur dan Pak Bupati tidak sanggup mengatasi korporasi pembakar lahan yang semakin hari semakin menjadi-jadi"

Menurut Kordinator Aksi BEM STIE Bangkinang, Fahrul Rozi dan Fio Satria, mereka melakukan kritikan dan membagikan 1.500 masker gratis kepada sejumlah pengguna jalan yang melalui  Bundaran Balai Bupati Kampar, sebagai wujud kepedulian terhadap masayarakat.

Dalam hal ini mereka mengecam pihak korporasi dan pemilik perusahaan yang telah melakukan pembakaran lahan dan hutan sehingga menyebabkan bencana kabut asap di seluruh daerah di Provinsi Riau.

"Hingga saat ini, Provinsi Riau sudah dikategorikan dalam kondisi darurat karena kabut asap tersebut mengganggu kehidupan dan perekonomian masyarakat," sebutnya

Kabut asap sejatinya, sebut Fahrul Rozi, merupakan kejahatan nyata yang dilakukan oleh korporasi, dan seharusnya pemerintah dalam hal ini, bertindak sebagai pelindung rakyat melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Namun, pemerintah Riau seolah-olah melakukan kamuflase dan menyatakan bahwa kabut asap tersebut merupakan bencana nasional yang dalam penanggulangannya akan menggunakan anggaran dari pajak rakyat," ungkapnya.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa serta bentuk kepedulian akan kesehatan masyarakat.

"Dengan kondisi udara Provinsi Riau yang semakin tidak sehat ini masih banyak pengguna kendaraan, khususnya pengendara sepeda motor yang melintas belum memakai masker," kata Fahrul.

Melalui aksi inu, kata Farul, mahasiwa sekaligus ingin  mengadvokasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker di tengah kondisi udara seperti ini. "Karena ini membahayakan masyarakat terutama orang tua yang sudah lanjut usia, anak-anak, dan balita," tandasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook