Penipuan Proyek Fiktif, Kepsek TK Ditangkap Polisi

Rabu, 11 September 2019 - 15:10 WIB   [369 Klik]
Reporter : M Said
Redaktur : Oce E Satria

Penipuan Proyek Fiktif, Kepsek TK Ditangkap Polisi

Ilustrasi/net

KORANMX.COM, PELALAWAN -- Seorang oknum kepala sekolah (kepsek) salah satu Taman Kanak-Kanak  (TK) di kota Pangkalan Kerinci perempuan berinisial SFA (34) terpaksa berurusan dengan polisi. Ia diduga telah melakukan penipuan terhadap warga, dengan modus proyek pengadaan buku, piagam, medali dan piala fiktif.
   
Akibatnya, belasan warga yang jadi korban mengaku mengalami kerugian total mencapai Rp30 miliar lebih.

Kini SFA telah ditangkap dan diamankan di Mapolres Pelalawan.
     
Informasi yang dihimpun koranmx.com menyebutkan bahwa aksi pelaku telah berjalan sejak tahun 2018 hingga bulan Juli 2019 lalu. Di mana rata-rata warga yang jadi korban memiliki profesi sebagai pengusaha, PNS, kontraktor dan ada seorang mantan kepala dinas.
     
Dengan dalih pelaku mendapatkan proyek penunjukan langsung untuk pengadaan buku, piagam, medali dan piala di kantor Gubernur Riau yang akan disalurkan ke seluruh kabupaten di Riau. Namun ia butuh dana untuk membeli barang-barang tersebut.
     
Maka beberapa warga berhasil ditemui ditawarkan kerja sama proyek pengadaan bernilai puluhan miliar itu. Pelaku menjanjikan keuntungan besar dari proyek tersebut.

Lantaran tergiur iming-iming keuntungan para korban menerima tawaran itu. Kemudian satu persatu korban menyerahkan uang pada korban dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp30 juta, Rp50 juta, Rp100 juta, Rp200 juta, Rp500 juta hingga Rp1 miliar lebih. Bahkan ada korban mengaku menyerahkan uang lebih Rp4 miliar.
     
Agar aksinya berjalan mulus, sebahagian korban diberikan keuntungan dari 15 persen sampai 20 persen dari modal yang mereka berikan. Namun tidak mengira kalau uang itu dari para korban lain yang diputarkan oleh pelaku.
     
Dengan trik demikian, pelaku terus menawarkan kerjasama, dengan keuntungan yang besar. Begitu juga sebahagian korban terus menginvestasikan uang mereka yang di perkirakan seluruh korban mengalami kerugian lebih dari Rp30 miliar.
     
Tetapi lama-lama korban mulai sadar sudah menjadi korban penipuan. Hal itu disadari ketika pelaku sudah mulai sulit memberikan keuntungan yang telah dijanjikan. Bahkan ada warga yang menginvestasikan uangnya sebesar Rp200 juta sejak awal Agustus 2018 belum pernah menerima keuntungan.
     
Bahkan saat diminta uang kembali, ibu muda itu selalu menghilang. Ia diketahui berpindah-pindah rumah untuk menghilangkan jejak.

Terakhir ia berdalih kalau uangnya telah dibawa kabur orang. Hingga tidak sanggung lagi membayar keuntungan termasuk modal yang telah diinvestasikan para korban.
     
Tidak terima kejadian itu, akhirnya korban melapor ke Polres Pelalawan.

Atas laporan kasus dugaan penipuan dengan proyek fiktif, pelaku dipanggil untuk dimintai keterangan, awal bulan Agustus 2019 lalu. Usai diperiksa SFA langsung ditahan dan dijebloskan ke dalam sel tahanan.
     
Belum lagi rampung berkasnya, kembali ada warga yang melapor ke Polres Pelalawan, karena ia juga menjadi korban penipuan proyek fitif dengan kerugian miliaran rupiah. Sedangkan informasi mantan kadis yang mengalami kerugian Rp4 miliar melapor ke Polda Riau.
     
Namun sebelumnya ketika pelaku penipuan puluhan miliar rupiah berkedok proyek fiktif telah ditahan, Polres Pelalawan berencana akan dilakukan press rilis. Tetapi disibukan dengan kondisi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.
     
Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan ketika dikonfirmasi koranmx.com melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian, membenarkan adanya kasus penipuan dengan modus proyek fiktif yang kerugiannya mencapai miliaran rupiah tersebut.
     
''Kini pelaku telah kita amankan untuk diproses lebih lanjut. Setelah ada dua korban yang melapor. Sementara kasusnya terus kita dalami dan di kembangkan,'' ujar Kasat Reskrim.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook