Tiga Karyawan BRI Diperiksa Jaksa

Rabu, 11 September 2019 - 17:06 WIB   [107 Klik]

Tiga Karyawan BRI Diperiksa Jaksa


TIGA orang karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjalani proses pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada bidang Pidana Khusus. Ini terkait dugaan korupsi kredit fiktif.

Ketiga orang tersebut adalah, Marshal selaku Supervisor Penunjang Bisnis, Yondri Donal sebagai Asisten Pemasaran Bisnis Mikro dan Rizki Farizi selaku karyawan di BRI Ujung Batu.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH saat dikonfirmasi, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut. Menurutnya, ketiganya kini berstatus saksi dalam dugaan rasuah senilai Rp7,2 miliar itu.

“Iya, Selasa (10/9) kemarin tiga (orang) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Mereka berinsial YD (Yondri Donal), M (Marshal) dan RF (Rizki Fahrizi),’’ ucap Muspidauan.

Pemeriksaan saksi-saksi itu dilakukan dalam rangka pengumpulan alat bukti pasca status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pihaknya masih terus menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lainnya.

“Pastinya masih akan ada saksi lain yang akan diperiksa. Ini tergantung kebutuhan penyidik,” lanjut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu.

Jika pemeriksaan saksi dan pencarian alat bukti telah rampung, sebut dia, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

“Kalau sudah rampung, penyidik akan gelar penetapan tersangka. Sekarang ini masih penyidikan umum,” terangnya.

Diketahui, pengusutan perkara itu dilakukan berdasarkan laporan manejemen BRI ke Kejati Riau beberapa waktu lalu.

Atas hal itu, Kepala Kejati Riau langsung menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlid) dengan nomor: Print-08/L.4/Fd.1/07/2019 tertanggal 15 Juli 2019, tentang Penyelidikan Dugaan Korupsi Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2017 hingga 2018 pada PT BRI Kantor Cabang Ujung Batu.

Atas sprinlid itu, satu per satu pihak diundang untuk diklarifikasi. Seperti Rusdi, Kepala Cabang (Kacab) BRI Ujung Batu saat perkara itu terjadi. Juga ada nama Danna, Hamdani dan Slamet Riyadi. Mereka ada pegawai di bank tersebut.

Tidak hanya itu, sejumlah nasabah yang namanya tercatat sebagai pengaju kredit juga dilakukan proses yang sama. Di antaranya, Darmin, Ade Hermawan, Sumitra, Zulpaini, Suarisman, dan Ponijo.

Lalu, nasabah atas nama Suhedi, Syaiful Tarigan, dan Sulaiman, Suhaili serta yang lainnya. Juga, klarifikasi juga dilakukan terhadap M Rois Zakaria selaku Kepala Desa Aliantan, Rohul. Setelah yakin proses penyelidikan rampung, tim Penyelidik kemudian melakukan gelar perkara, Senin (2/9) lalu.

Dari hasil gelar itu, Jaksa meyakini adanya peristiwa pidana dalam kegiatan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2017 hingga 2018 di bank tersebut, dan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

Sebelumnya, dari keterangan salah seorang pihak yang diklarifikasi Jaksa atas nama Suhaili, terdapat 18 orang nasabah dalam pengajuan kredit itu.

Masing-masing mereka meminjam uang senilai Rp500 juta. Namun yang mereka terima tidak sebanyak itu, melainkan bervariasi sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta pe rorang.

Dalam pengajuan kredit saat itu, mereka didatangi oleh seseorang warga yang bernama Sudir. Lalu, kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) milik mereka dipinjam sebagai syarat untuk pengajuan kredit.

Kredit yang diajukan untuk membuka veron atau tempat penyimpanan sementara tandan buah sawit.

Meski begitu, para nasabah itu tidak mengetahui agunan dalam pengajuan kredit tersebut. Begitu juga dengan pembayaran kredit.

Dari informasi yang dihimpun, kredit yang dicairkan mengalami macet. Belakangan, pihak bank diketahui sulit untuk eksekusi terhadap agunan, karena diduga fiktif. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook