Sasar Penyaluran Tenaga Kerja Lokal, Ini Terobosan LAMR Bersama PT Femili Karya Abadi

Senin, 30 September 2019 - 19:56 WIB   [115 Klik]
Redaktur : Raja Mirza

Sasar Penyaluran Tenaga Kerja Lokal, Ini Terobosan LAMR Bersama PT Femili Karya Abadi

Ketua Koperasi Melayu Bangkit Energi Mandiri LAMR, Datuk Hermansyah dan Direktur PT Femili Karya Abadi, Mujiono usai menandatangani KSO

KORANMX.COM, PEKANBARU--Koperasi Melayu Bangkit Energi Mandiri Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menandatangani kerja sama operasional (KSO) bersama PT Femili Karya Abadi di bidang penyaluran tenaga kerja. Berlangsung di ruang rapat gedung LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (30/9/2019). 

Dihadiri Timbalan Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Asral Rahman, HR Maizir Mit, Ketua Koperasi Melayu Bangkit Energi Mandiri LAMR, Hermansyah, Direktur PT Famili Karya Abadi, Mujiono dan Manager Area, Andi Azman SE serta awak media. 

"Motivasi kami bekerjasama dengan PT Famili Karya Abadi ini berawal dari keprihatinan kita melihat minimnya kesempatan dan penyerapan tenaga kerja lokal," kata Ketua Koperasi Melayu Bangkit Energi Mandiri LAMR, Datuk Hermansyah. 

Didampingi Datuk Asral Rahman dan R Maizir Mit, Hermansyah menyebut saat ini pihaknya menyaksikan putra-putri daerah sering tidak mendapat kesempatan bekerja dan hanya menjadi penonton di tanah tumpah darahnya sendiri. 

"Riau itu punya banyak potensi, negeri kita ini kaya. Jumlah perusahaan dan perkebunan di Riau banyak sekali. Tapi, putra-putri kita tidak mendapatkan kesempatan kerja sebagaimana porsinya. Yang kami lihat, sistem merekrut tenaga kerja putera daerah selama ini juga tidak terukur dengan baik," terang Hermansyah saat ditemui koranmx.com usai penandatanganan KSO. 

Pria yang karib disapa Datuk Herman ini juga menyebut, sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi perusahaan baik swasta maupun pemerintah untuk tidak menyerap tenaga kerja lokal. Sebab, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Riau sudah mumpuni dan memiliki keahlian setara dengan tenaga kerja yang didatangkan dari luar.

"Apa sih persoalannya kenapa putra daerah itu tidak bisa direkrut. Ini persoalan yang harus kita jawab. Tenaga kerja tempatan juga punya potensi. Kita punya semua dari yang punya skill hingga unskill. Yang kurang dimana tinggal disampaikan, supaya bisa kita buat pelatihan untuk mengasah skillnya," ucap Herman. 

"Kita tidak akan melakukan KSO ini bila masih mendatangkan tenaga kerja dari luar," sambungnya. 

Sebagai tindak lanjut dari KSO ini juga, lanjut Herman, pihaknya akan meminta LAM di kabupaten dan kota untuk mengumpulkan putra-putri terbaik yang ada di daerah hingga ke tingkat-tingkat desa. Yang nantinya, mereka ini lah yang akan dipersiapkan dalam 'kantong-kantong' ketersediaan tenaga kerja tempatan yang bisa disalurkan ke seluruh lini bidang usaha, profesi, buruh hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Riau.

Selanjutnya, imbuh Herman, LAMR juga akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja agar putra-putri daerah dapat difasilitasi pelatihan di Badan Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah.

"Jadi jangan sampai ada ketimpangan sosial. Semua stakeholder yang ada di Riau itu harus memahami kondisi ini," pungkasnya. 

Sementara itu, Direktur PT Femili Karya Abadi, Mujiyono membenarkan, bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, penyerapan tenaga kerja lokal selama ini tidak sampai dua persen. Dari angka itu pun, rata-rata tenaga kerja yang terserap hanya di bidang buruh, cleaning service bagian sekuriti dan sebagainya.

"Makanya kami dari pihak perusahaan berkeinginan menjalin hubungan baik dan bekerjasama dengan LAMR. Supaya kami bisa menyalurkan tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya sesuai dengan keahlian dan kompetensinya. Tentu kami tidak bisa mencari sendiri, makanya kami membutuhkan bantuan LAMR yang memiliki ikatan hingga ke tingkat desa untuk mengumpulkan putra-putri terbaiknya," kata Mujiyono.

Dengan adanya kerja sama ini, Mujiyono juga tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya bisa saja menyalurkan tenaga kerja lokal ke bidang strategis sesuai kebutuhan pasar.

"Selain mewadahi, kami ke depannya juga akan memberikan pelatihan yang berkaitan dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sehingga bukan tidak mungkin, kita bisa memasukan tenaga kerja ke bidang yang strategis," harapnya. (***)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook