Asyik Mencuci, IRT Diterkam Buaya

Rabu, 02 Oktober 2019 - 16:07 WIB   [162 Klik]

Asyik Mencuci, IRT Diterkam Buaya

Petugas kepolisian melihat kondisi Itasari yang diterkam buaya saat mencuci pakaian di Sungai Buluhala di Jalan Sidomuliyo, Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.

DUMAI—Buaya penunggu Sungai Buluhala di Jalan Sidomuliyo, Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai kembali meneror warga. Selasa (1/10) sekitar pukul 10.00 WIB, sang predator itu menyerang seorang ibu rumah tangga yang sedang mencuci pakaian.

Korban adalah Itasari. Beruntung, wanita 44 ini berhasil menyelamatkan diri, meski mengalami sejumlah luka terkaman buya di tubuhnya.

Mantri atau perawat medis di sekitar kawasan Sungai Buluhala, Kelurahan Basilam Baru, Romi Andika mengungkapkan, teror buaya sudah sangat meresahkan masyarakat. Terutama di sekitar aliran anak Sungai Buluhala.

Baru-baru ini pihaknya memberikan pelayanan medis kepada Itasari. Korban dari keganansan buaya yang berada di Sungai Buluhala.

“Ini sudah kali keempat saya merawat pasien akibat terkaman buaya di Sungai Buluhala, Kelurahan Basilam Baru,” kata Romi Andika, Rabu (2/10).

Mengantisipasi kejadian serupa, Romi berharap kepada pemerintah dan pihak terkait untuk bergerak cepat untuk mengevakuasi buaya yang sudah meresahkan tersebut. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kami meminta kepada pemerintah dan pihak terkait mau merelokasi buaya yang sudah meresahkan masyarakat sekitar. Saya kasihan dengan masyarakat yang was-was untuk mencuci dan mandi di sungai tersebut. Jangan sampai nyawa melayang,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Dumai M Zamir mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan hal-hal pencegahan di kawasan yang diduga menjadi habitatnya buaya.

Langkah yang dilakukannya bersama tokoh masyarakat dan Bhabinkantibmas yakni mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas di sungai.

“Kita juga sudah pasang plang-plang imbauan di kawasan Sungai Buluhala. Serta lebih intens melakukan imbauan kepada masyarakat di sekitar Sungai Buluhala untuk saat ini mengurangi aktivitas di sungai. Jika memang mengharuskan juga, kalau bisa mencuci atau mandi di darat, sedangkan air diambil menggunakan ember dan membuat pagar di sekitar tempat mencuci,’’ imbaunya.

Saat ditanya mengenai tindakan relokasi buaya yang ada di Sungai Buluhala, Zamir mengaku belum bisa dilakukan. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan habitat para buaya. Diduga buaya di sana lebih dari satu.

“Memang kejadian sudah dua kali. Kami juga sudah turun ke lapangan untuk memberikan santunan kepada Patimah, bocah yang sempat diterkam buaya. Kalau ibu-ibu ini kita juga akan segera turun.

Jadi saya berharap masyarakat bisa berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di Sungai Buluhala,” pungkasnya.

Diketahui, pada Kamis (19/9) lalu, buaya menyerang seorang bocah Patimah. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri, meski mengalami luka-luka di tubuhnya. =MX15



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook