Leher Diikat Celana

Melawan Saat Diperkosa, Cewek DIbunuh Dua Pemuda

Kamis, 03 Oktober 2019 - 16:53 WIB   [289 Klik]

Melawan Saat Diperkosa, Cewek DIbunuh Dua Pemuda


ROHIL--Mayat cewek berinisial TP alias Ti yang ditemukan sudah membusuk dalam kebun karet warga di Simpang Sekeladi Km 3, Kepenghuluan Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil, Jumat (20/9) lalu, ternyata korban pembunuhan. Dua orang pelaku berhasil diringkus Satuan Reskrim Polres Rohil.

Kedua tersangka adalah Haris Fadilah Rangkuti alias Haris alias Nggek (19) dan HYP (18). Mereka merupakan warga Simpang 4 Sekeladi, Kepenghuluan Sekeladi Hilir, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil.

Ternyata, seorang rekannya ikut diamankan. Pria bernama Febi Mulyadi alias Ebi alias Ebong tersebut diduga sebagai penadah ponsel merk Lenovo milik korban.

Kapolres Rohil AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi didampingi KBO Reskrim Iptu R Ginting SH melalui Kasubag Humas AKP Juliandi SH menerangkan, hasil keterangan tersangka HYP, dia bersama tersangka Haris Fadilah Rangkuti sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban.

“Mereka melakukan pembicaraan perencanaan pembunuhan sambil bekerja sebagai mekanik bengkel di Bengkel Heri di Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil,” jelas Juliandi.

Kedua tersangka ini awalnya ingin memperkosa korban. “Jika melawan, maka dihabiskan saja nyawanya,” ujar Juliandi meniru ucapan tersangka HYP.

Awalnya tersangka Haris Fadilah Rangkuti mengantar tersangka HYP dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R BK 2938 ZR ke bengkel. Lalu, Haris Fadilah Rangkuti menjemput korban di Simpang KM 2 Sintong, Kecamatan Tanah Putih yang sebelumnya sudah janjian lewat Facebook.

‘’Sesuai dengan janji dari chatingan FB, tersangka Haris Fadilah Rangkuti dengan korban, akan diberi uang Rp200 ribu apabila bertemu dengannya,’’ ujarnya.

Setelah bertemu, tersangka Haris Fadilah Rangkuti membawa korban ke bengkel. Begitu sampai, korban melihat ada HYP di sana. Sehingga menolak untuk masuk.

Melihat korban pergi, HYP memeluk korban sampai terjatuh di perkebunan sawit milik. Saat itulah Haris Fadilah Rangkuti memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Wanita 14 tahun itu sempat menolak. Namun, ia tak bisa melawan karena tangannya dipegang HYP. Mirisnya, korban diperkosa kedua tersangka secara bergiliran.

Saat giliran HYP, korban melawan. Akhirnya tersangka Haris Fadilah Rangkuti memukul tengkuk korban pakai kayu. Bahkan, mencekik leher korban dengan tangan kanannya selama lima menit.

Masih belum puas, HYP ikut mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangannya selama tujuh menit. Saat itu Haris Fadilah Rangkuti memeriksa napas korban dengan cara meletakkan jari telunjuk tangan kanannya ke hidung korban.

Ketika itu korban sudah tidak bernapas lagi. Namun, HYP masih mendengar detak jantung korban saat meletakkan tangan kanannya di dada korban.

Mengetahui korban masih hidup, kedua tersangka kembali berbuat sadis. Mereka mengikat celana panjang warna biru milik korban ke bagian lehernya.

Lalu menyeretnya sejauh enam meter.
Kedua tersangka kembali memeriksa detak jantung korban. Ternyata sudah tidak berdetak lagi.

Melihat korban telah meninggal dunia, tersangka Haris membuang sandal milik korban. Sedangkan HYP mengambil ponsel milik korban jenis Lenovo warna hitam dan memberikannya kepada Haris.

Selanjutnya kedua tersangka meninggalkan korban. Lalu ersangka Haris menjual ponsel milik korban Rp150.000 kepada tersangka Febi Mulyadi alias Ebi alias Ebong.

“Saat ini sudah ada dua tersangka pembunuhan dan satu tersangka penadah diamankan. Mereka masih dilakukan pemeriksaan oleh tim Opsnal Reskrim Polres Rohil,” jelas Juliandi.

Terpisah, KBO Reskrim Polres Rohil Iptu R Ginting SH menambahkan, tersangka Haris Fadilah Rangkuti kenal dengan korban melalui chattingan Facebook.

  “Menurut keterangan tersangka Haris, dia pernah bertemu sekali dengan korban. Namun tersangka Haris mengaku hanya bertemu biasa saja,” papar R Ginting.

KBO menambahkan, kedua tersangka pernah sepakat, apabila tertangkap, tidak melibatkan satu sama lainnya.

“Pada akhirnya kan terungkap juga dan sekarang masih terus kami dalami keterangan para tersangka sampai bisa kita limpahkan ke kejaksaan,” paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka Haris Fadilah Rangkuti dan tersangka HYP dijerat Pasal 340 junto 365 ayat 3 KUHPidana dan Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 81 ayat 1 junto Pasal 76E UU Nomor 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

“Kedua tersangka ini bisa terancam hukuman mati atau setidaknya hukuman penjara seunur hidup,” ungkapnya.

Satu tersangka lagi Febi Mulyadi alias Ebi alias Ebong, dijerat dengan Pasal 480 ayat 1 KUHPidana tentang penadahan.

“Tersangka ini bisa terancam hukuman empat tahun penjara,” tutup Iptu R Ginting. =MX/PR



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook