Jaksa Intelijen Lakukan Penyelidikan

3 Aliran Sesat Ditemukan di Pekanbaru

Jumat, 04 Oktober 2019 - 16:28 WIB   [166 Klik]

3 Aliran Sesat Ditemukan di Pekanbaru

Rapat koordinasi tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat dan aliran keagamaan (tim Pakem) Kota Pekanbaru.

PEKANBARU—Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru pada bidang intelijen yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Tim Pakem) menemukan tiga aliran yang diduga sesat dan menyimpang dari beberapa kepercayaan agama. Hal ini membuat mereka melakukan penyelidikan.

Adapun tiga aliran kepercayaan yang diduga sesat dan menyimpang itu, yakni ajaran Islam yang tidak mengharuskan salat dan baca Alquran, ajaran yang mirip kepercayaan agama Kristen, tapi tidak percaya natal dan salib dan aliran dari Negeri Sakura, Jepang yang disebut dengan nama Shensei Bukkyo.

“Yang pertama itu jauh dari ajaran agama Islam. Aliran ini disebarkan dengan kedok membuka pengobatan alternatif di suatu tempat di Kota Pekanbaru. Aliran ini berasal dari Provinsi Lampung. Jadi, setiap pasien yang datang itu diajarkan untuk tidak perlu melaksanakan salat wajib serta membawa Alquran,” ucap Kepala Sub Seksi A Intelijen Kejari Pekanbaru, Yopentinu Adi Nugraha SH kepada Pekanbaru MX.

Pria yang akrab disapa Yopen ini mengatakan, jika aliran tersebut dilaporkan oleh masyarakat baru-baru ini. Tim Pakem hingga saat ini masih berusaha melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan itu.

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

Ketika disinggung jumlah pemeluk ajaran menyimpang itu, dia mengaku belum mendapat data detailnya.

Akan tetapi, dia memastikan aliran itu baru sebatas disebarkan oleh individu yang kemudian dilaporkan masyarakat ke pemerintah. “Data sementara, dia individu, sendiri,” katanya.

Aliran yang diduga sesat dan menyimpang lainnya, yakni Saksi Yewuha. Ajaran tersebut mirip dengan ajaran agama Kristen, namun mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak percaya dengan salib, natal hingga Yesus sebagai Tuhan.

“Menurut FKUB (Forum Umat Kerukunan Beragama), mereka ternyata telah meminta izin untuk mendirikan tempat ibadah. Tapi tidak diberikan izin, karena belum lengkap syaratnya,” lanjutnya.

Terakhir, ajaran yang turut dipantau oleh Tim Pakem adalah Shensei Bukkyo. Ini, merupakan aliran kepercayaan baru yang berkembang di Jepang sejak tahun 1954. Yang mana, ajarannya masuk ke Indonesia dibawa orang seseorang bernama Rudi Chandra.

“Pertama kali ditemukan di kawasan Sentul, Desa Citarunggul, Kecamatan Babakan Malang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Oleh Badan Koordinator (Bakor) Pakem, telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menghentikan kegiatan ajaran dari Jepang ini,” jelasnya.

“Dan Kejati (Kejaksaan Tinggi) Riau, telah menerbitkan Surat Perintah Tugas perihal pengumpulan data dan informasi terkait aliran ini di wilayah hukum Kejati Riau dan menjadi rekomendasi kepada kita (Kejari Pekanbaru), untuk menindaklanjuti surat perintah tersebut,” sambungnya. =MX10

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook