Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Riau

”Lahan Korporasi Terbakar, Kita Segel”

Jumat, 04 Oktober 2019 - 16:37 WIB   [2160 Klik]

”Lahan Korporasi Terbakar, Kita Segel”

Gubernur Riau dan Kapolda menemui ribuan mahasiswa yang menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Riau, Kamis (3/10) sore.

GUBERNUR Riau Drs H Syamsuar MSi dan Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi merespon tuntutan ribuan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Riau, Kamis (3/10) sore semalam.

Tuntutan paling mendasar adalah, keinginan mahasiswa agar tahun 2019 ini Gubri : Lahan Korporasi merupakan tahun terakhir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning ini.

‘’Kami ingin tahun ini, tahun terakhir terjadi Karhutla,’’ kata Ahmad Zikri, Koordinator aksi massa, sambil meminta kesepakatan dengan massa.

Merespon keinginan massa itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berupaya mengatasi karhutla dengan mengedepankan tindakan pencegahan hingga ke tingkat desa.

‘’Tuntutan adek-adek mahasiswa akan kita tindaklanjuti, karena sebenarnya kita juga tidak ingin ada Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau,’’ ujar Syamsuar.

Sejalan dengan itu, tim dilapangan sudah memasang garis police line di sekitar lahan yang terbakar. Agar bisa ditindaklanjuti siapa pelakunya. ‘’Jika ada lahan perusahaan ditemukan terbakar, perijinannya akan dibekukan,’’ tegas Syamsuar.

Meski, sebenarnya kata mantan Bupati Siak dua periode ini, bahwa perizinan yang didapatkan korporasi dikeluarkan oleh pusat. ‘’Izin memang dikeluarkan pusat, namun ada peran daerah untuk izin itu,’’ terang Syamsuar.

Sedangkan respon, Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pihaknya pasti akan melakukan penanganan kasus melibatkan korporasi secara profesional.

‘’Pastinya kasus karhutla, terutama melibatkan korporasi akan kita tangani secara profesional,’’ tegas Kapolda.

Sikap profesional ini, sambung Kapolda juga akan diterapkan dalam penanganan semua hal terkait pelayanan kepada masyarakat di Bumi Lancang Kuning ini.

‘’Yang jelas saya hadir untuk memberikan kedamaian di Bumi Lancang Kuning ini, makanya setiap penanganan pelayanan masyarakat baik itu demo atau kasus akan kita tangani secara profesional,’’ ujar Kapolda.

Mewakili masa aksi, Ahmad Zikri selaku koordinator mengatakan, ada tujuh tuntutan pihaknya dalam aksi kali ini.

Petisi yang pertama, masa aksi meminta Pemprov Riau mencabut Izin Korporasi dan tuntaskan kasus karhutla Riau. Sehingga tahun 2019 ini merupakan tahun terakhir bencana asap di Riau.

Kedua, mahasiswa menuntut pertanggungjawaban perusahaan yang terlibat dalam kasus karhutla kepada korban asap Riau. Kemudian poin, ketiga, meminta presiden menyelesaikan segala bentuk kasus karhutla di Indonesia.

Untuk poin keempat, mahasiswa meminta, agar hentikan dan beri hukuman kepada aparat yang bertindak respresif kepada aksi mahasiswa.

Pada poin kelima, masa minta bebaskan mahasiswa yang ditahan Kepolisian terkait unjuk rasa yang dilakukan beberapa kali oleh mahasiswa.

Lalu, pada poin keenam, mahasiswa mendesak, Kapolda Riau yang baru agar memproses mahasiswa yang melakukan tindakan respresif. Poin terakhir, mahasiswa meminta Kapolda Riau, tidak lagi ada upaya SP3 bagi korporasi di Provinsi Riau.

‘’Kami meminta Gubernur Riau dan Kapolda, menindaklanjuti tujuh tuntutan kami,’’ tegas Ahmad Zikri Koordinator masa aksi.

Zikri menegaskan, apabila tujuh tuntutan itu tidak digubris. Pihaknya mengancam akan membawa masa lebih banyak lagi.

‘’Kalau tidak di respon, pastinya kita akan datang dengan masa yang lebih banyak,’’ tegas Zikri. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook