Selain Wako, KPK Juga Periksa 4 Saksi

Minggu, 06 Oktober 2019 - 15:55 WIB   [63 Klik]

Selain Wako, KPK Juga Periksa 4 Saksi


PEKANBARU—Wali Kota Dumai Zulkifli AS sudah dua kali menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Kota Dumai itu  atas statusnya sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi.

Wako diduga menyuap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dan menerima uang sebanyak Rp50 juta serta fasilitas penginapan hotel di Jakarta.

Pasca pemeriksaan itu, penyidik belum melakukan tindakan penahanan terhadap Zulkifli AS. Hal ini dikatakan Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi Pekanbaru MX.

“Belum dilakukan tindakan penahanan. Karena penyidik meyakini, tindakan (penahanan) itu belum perlu dilakukan,” ucapnya.

Terkait dengan pemeriksaan itu, penyidik hingga saat ini masih melakukan penyidikan. Yang mana, dalam proses penyidikan itu, penyidik masih mengumpulkan alat bukti.

“Proses penyidikan masih berlangsung. Masih ada beberapa saksi yang akan dipanggil lagi terkait dugaan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain Zulkifli AS, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang lainnya yang berhubungan dalam perkara tersebut pada Jumat (4/10) lalu.

Keempat orang itu adalah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Syaari, Kasubbag Perencanaan Dinas PUPR Kota Dumai Vera Chinthiana, seorang anggota Pokja Richie Kurniawan dan guru bernama Tugiyat Gatot Kartorejo. “Keempat orang itu berstatus saksi untuk tersangka ZAS (Zulkifli AS),” tuturnya.

Sebelumnya, Zulkifli AS sudah pernah diperiksa oleh penyidik KPK atas statusnya sebagai tersangka.

Yang mana, dalam pemeriksaan awal itu, Zulkifli diperiksa terkait tugas dan wewenangnya dalam jabatannya sebagai Wali Kota Dumai dan juga meminta laporan kekayaannya.

Untuk diketahui, penetapan tersangka terhadap Wali Kota Dumai itu setelah KPK melakukan penyidikan dan penggeledahan di rumah dinas dan Kantor Wali Kota Dumai.

Zulkifli AS diduga memberikan uang sebanyak Rp550 juta kepada pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai,

APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018. Sedangkan perkara gratifikasinya, kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu diduga menerima uang sebanyak Rp50 juta dan fasilitas hotel di Jakarta.

KPK telah melakukan cekal terhadap Zulkifli AS untuk berpergian ke luar negeri. Cekal itu berlaku hingga bulan November 2019.

Dalam dua perkara itu, Zulkifli AS disangkakan telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Jo Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Tidak hanya itu, KPK juga menjeratnya dalam Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook