Peredaran Narkoba Tinggi, Ini Pesan Kapolsek Mandau

Senin, 07 Oktober 2019 - 14:10 WIB   [315 Klik]
Reporter : Handana
Redaktur : Raja Mirza

Peredaran Narkoba Tinggi, Ini Pesan Kapolsek Mandau

Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi SIK

KORANMX.COM-MANDAU--Tingginya peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukumnya membuat gerah Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi SIK. Hal itu terbukti dengan banyaknya pengungkapan kasus Narkoba di kesatuan yang dipimpinnya. 

Hal itu sangat membahayakan dan mengancam generasi muda sebagai penerus bangsa. Berbagai tindakan mulai dari preemtif, preventif dan penindakan terus dilakukan guna mengantisipasi lajunya peredaran Narkoba. 

“Efek sabu kalau menurut secara psikologis dan neurologis diantaranya itu gelisah dan tidak bisa tenang.Karena sabu memberikan efek energi yang berlebihan pada pecandunya serta ada gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan merupakan gejala ‘standar‘ yang muncul pada penggunaan sabu-sabu,” kata Arvin Hariyadi kepada koranmx.com, Senin (7/10/19). 

Kemudian kata Arvin, depresi dapat terjadi ketika pecandu narkoba mengalami sakau dan membutuhkan sabu-sabu serta memiliki semangat tinggi merupakan efek langsung yang dapat dirasakan pecandu ketika mengkonsumsi nya. 

Efeknya itu lanjut dia bisa paranoid, yakni kondisi dimana pecandu sabu-sabu merasa seperti dikejar-kejar dan merasa hidupnya terancam. Paranoid adalah ketakutan yang berlebihan akan suatu hal yang akan terjadi.

“Lalu ada disebut Delirium, Delirium merupakan perubahan kesadaran yang terjadi sebagai efek dari kegiatan itu. Pecandu akan merasa tidak sadar akan hal apa saja yang dia lakukan, serta secara tidak sadar pula dapat melakukan tindak kriminal,” tuturnya.

Para pencandu juga sangat sensitif serta mudah tersinggung, ini juga salah satu efek dari kegiatan nyabu, lalu ada halusinasi yang diperoleh dari pecandu. Halusinasi merupakan suatu keadaan di mana pecandu melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Jika ada perasaan mau buang air besar secara terus-menerus berarti itu tanda dalam kondisi ketergantungan maupun kecanduan.

“Katakan tidak pada Narkoba, jangan pernah dekati benda haram itu, karena efeknya, selain berhadapan dengan hukum banyak lagi efek buruk lainnya. Mari lebih mendekatkan diri dengan agama karena bukan hanya pemakai yang akan menjadi korban tetapi orang sekitarnya pun akan menjadi korban,” pungkas Arvin. (***) 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook