Pemprov Rencanakan Gugat PT Lippo Karawaci

Senin, 07 Oktober 2019 - 15:11 WIB   [45 Klik]

Pemprov Rencanakan Gugat PT Lippo Karawaci


PEKANBARU—Hubungan PT Lippo Karawaci selaku pengelola Hotel Arya Duta dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, mulai merenggang.

Karena adanya tindakan wan prestasi oleh anak perusahaan Lippo Group ini.

Kepala Sub Ligitasi Biro Hukum Pemprov Riau, Yan Dharmadi yang ditanya terkait hubungan yang merenggang tersebut membenarkannya.

Saat ini, kata Yan Dharmadi, pihaknya bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah merampungkan berkas gugatan terhadap PT Lippo Karawaci selaku pengelola Hotel Arya Duta dan siap didaftarkan ke pengadilan.

Sebelumnya, kata Yan Dharmadi, pihaknya telah melakukan ekspos dengan Bidang Asisten Perdata dan Tata Usaha (Asdatun) Kejati Riau untuk membahas apa saja poin-poin penting yang akan diajukan ke pengadilan.

Dari pertemuan itu, pihaknya telah menentukan apa saja objek gugatan yang akan dilayangkan kepada PT Lippo Karawaci.

‘’Berdasarkan dokumen yang telah kita pelajari, memang PT Lippo Karawaci terindikasi melakukan ingkar janji atau wan prestasi,’’ kata Yan Dharmadi, Senin (7/10) lalu.

Setelah mendapatkan hasil dari pertemuan itu, untuk langkah-langkah mendaftarkan gugatan itu. Terlebih dahulu, pihaknya akan melaporkan hasilnya kepada Kepala Biro Hukum Elly Wardani. Kemudian diteruskan ke Gubernur Riau H Syamsuar untuk meminta persetujuan.

‘’Kini kami hanya menunggu persetujuan Pak Gubernur Riau tentunya melalui Karo Hukum,’’ terang Yan Dharmadi.

Sedangkan untuk proses teknis pendaftaran dan proses persidangan di pengadilan, Pemprov Riau, sebut Yan Dharmadi menyerahkan sepenuhnya pengurusan nya ke Asdatun Kejati Riau.

Langkah-langkah ini, kata Yan Dharmadi, dikarenakan posisi dan peran Datun Kejati Riau berperan sebagai Pengacara Negara. Permasalahan munculnya gugatan Pemprov Riau, ke pengadilan terkait persoalan Hotel Arya Duta.

Karena PT Lippo Karawaci, dinilai tidak mengindahkan upaya persuasif yang telah dilakukan sebelumnya. ‘’Sebelumnya upaya persuasif telah kita tempuh, namun tidak membuahkan hasil. Sehingga jalur hukum dinilai bisa menyelesaikan permasalahan ini,’’ beber Yan Dharmadi.

Sebelum menempuh proses hukum, Pemprov Riau, kata Yan Dharmadi sudah berulang kali melakukan upaya persuasif dengan PT Lippo Karawaci selaku induk perusahaan Hotel Arya Duta. Hanya saja, langkah tersebut sepertinya dianggap ‘angin lalu’ oleh Arya Duta.

Sebelumnya, Pemprov Riau dalam penawaran kontrak kerja sama dengan pihak PT Lippo Karawaci itu, memberikan 3 tawaran opsi soal dividen yang wajib dipatuhi Lippo Karawaci ke Pemprov Riau. Pertama, opsi sebesar 15 persen dari total penghasilan bruto hotel itu, kedua 10 persen dan opsi ketiga 5 persen.

Selama ini Pemprov Riau hanya menerima dividen sebesar Rp200 juta dari total penghasil bruto Hotel Aryaduta. Angka ini dianggap terlalu kecil sehingga tidak memberi dampak apapun terhadap pembangunan daerah.

Atas dasar itu, perubahan kontrak kerjasama dilakukan. Namun pihak Arya Duta menolaknya. =MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook