Karhutla Membara di Kampar

Senin, 07 Oktober 2019 - 16:22 WIB   [161 Klik]

Karhutla Membara di Kampar

Petugas berjibaku memadamkan karhutla di Harapan Raya, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

KAMPAR--Kepulan asap putih membumbung tinggi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Senin (7/10) pagi. Ini disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah berlangsung selama tiga hari.

Kondisi di lapangan semakin meluas. Sehingga petugas BPBD Kampar kewalahan dan meminta bantuan BPBD Provinsi.

“Kami kewalahan dalam mengatasi karhutla ini,’’ ucap Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Kampar Candra, Senin (7/10).

Ternyata, karhutla bukan hanya terjadi di Kecamatan Tambang. Tetapi juga di Kecamatan Bangkinang Kota, Rumbio Jaya, Kampa dan Salo.

“Makanya dengan ada bantuan pihak provinsi, kebakaran lahan bisa cepat teratasi,” harapnya.

Candra juga berharap agar seluruh pihak pemerintahan desa dan kecamatan dapat sama-sama menjaga kebakaran lahan yang terjadi.

“Jadi tolong pantau aktivitas-aktivitas yang melakukan pembakaran, karena yang dirugikan banyak orang, jika apinya sudah membesar,” jelasnya.

Kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, dirinya berharap agar dapat memberikan pesan peringatan terhadap Camat dan kepala desa yang wilayahnya sering menjadi objek kebakaran lahan.

“Tidak mungkin kebakaran ini terjadi sendirinya. Tentunya ada oknum yang melakukan,” pungkasnya.

2 Helikopter Dikerahkan
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, melaporkan peristiwa karhutla di Kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar dan di Jalan Riau Ujung, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru.

Untuk menanggulangi karhutla, mantan Pj Wali Kota Pekanbaru ini mengatakan, dua helikopter diturunkan untuk melakukan pemadaman api. ‘’Ada dua heli water bombing yang kita turunkan,’’ kata Edwar Sanger.

Dua heli itu diturunkan karena Satgas pemadaman yang ada di darat kewalahan melakukan pemadaman. ‘’Satgas darat menghubungi kita, karena sulitnya melakukan pemadaman,’’ ungkap Edwar Sanger.

Danops Manggala Agni Pekanbaru Edwin Putra mengatakan, lahan yang terbakar berada di Harapan Raya, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Pemadaman dilakukan bersama Satgas Gabungan dari berbagai unsur, yakni TNI-Polri, Manggala Agni.

Kebakaran ini, lanjut Edwin, dikabarkan terjadi pada Ahad (6/10) siang. ‘’Kami dapat info dari Bhabinkamtibmas siang kemarin,’’ ungkap Edwin.

Mengenai luas lahan yang terbakar di sana, aku Edwin, belum bisa diperkirakan. ‘’Untuk lahan belum bisa ditentukan. Masih menunggu proses pemadaman di lapangan,’’ terang Edwin.
Wagubri: Semua Tim Berjibaku

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution SIP mengatakan, saat ini semua tim yang masuk dalam Satgas sedang bekerja di lapangan.

‘’Satgas yang di lapangan sedang bekerja,’’ ungkap mantan Danrem 031 Wirabima ini.

Dengan kondisi ini, sebut Wagubri, banyak Satgas di lapangan yang belum pulang demi memadamkan api.

Karena itu, Edy menghimbau agar masyarakat tidak membakar lahan.‘’Kalau sengaja bakar lahan, akan kita segel lahan itu,’’ ujar Edy.

Kapolres Warning Kapolsek                                                                                                                                                                                                                                             Kapolres Kampar AKBP Asep Dermawan memperingati Kapolsek yang wilayahnya terjadi kebakaran lahan. Tujuannya untuk menyelidiki peruntukan lahan terbakar tersebut.

“Untuk lokasi kebakaran sudah kita buat plank nama dan police line yang dilarang ada aktivitas di lokasi tersebut. Lahan yang terbakar sedang dalam penyelidikan,’’ ujarnya, kepada Pekanbaru MX.

Penyelidikan karhutla, kata Kapolres, hampir sama dengan kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Yang mana saksi tidak ada yang melihat kejadian.

‘’Namun seiring dengan berjalan penyelidikan, akan kita temukan juga pelakunya. Karena itu kita tunggu saja aktivitas yang terjadi di lahan itu, sebab maksud pembakaran pasti ada tujuannya,’’ jelasnya.

Untuk karhutla di Kecamatan Tambang, dirinya melihat banyak aktivitas pembangunan perumahan. “Jika nanti ada yang bangun perumahan di sana, berarti mereka cari biaya murah dengan melakukan pembakaran,” ungkapnya.

Saat ini, penyelidikan awal berupa legalitas lahan terbakar dan para pemiliknya. “Sekarang ini semua kasus kebakaran lahan di Kampar sedang kita dalami. Terutama untuk lahan yang terbakar di Kecamatan Tambang menjadi perhatian penting,’’ tegasnya.

Perwira menengah ini juga mengatakan, Polres Kampar sudah mengumpulkan data-data lahan terbakar. Mulai dari SKT, SKGR dan SHM.

“Termasuk siapa pemilik lahan tersebut sedang kita selidiki dan akan kita panggil nanti jika sudah lengkap. Jadi pemeriksaan kasus lahan sedang berjalan, tapi dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya.
=MX19MX9

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook