Istri Diajak Indehoi, Alasan Pemilik Kedai Tuak Bunuh Pria Berbaju Batik

Senin, 07 Oktober 2019 - 19:25 WIB   [108 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Istri Diajak Indehoi, Alasan Pemilik Kedai Tuak Bunuh Pria Berbaju Batik


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Istri diajak berhubungan intim, menjadi alasan hilangnya nyawa Faizal alias Kulun (32) yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Jalan Lintas Teluk Mega-Sintong, Kepulauan Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir.

Pelakunya AS (33) seorang petani merupakan warga Jalan Lintas Teluk Mega-Sintong Kepenghuluan Teluk Mega.

AS, kata Kapolres Rohil AKBP Muhammad Mustofa, diamankan di  loket PO Bus Makmur saat akan kabur ke Sumatera Utara (Sumut).

''Pelaku diamankan saat berada di loket Bus Makmur,'' kata mantan Kapolres Kuansing ini, Senin (7/10/2019) sore.

Dari pemeriksaan pelaku dan saksi-saksi, pembunuhan korban berawal dari aksi Faizal yang mengajak istri tersangka AS berhubungan intim.

''AS mengatakan, pada Jumat (4/7/2019) malam sekitar pukul 23.00 WIB istrnya bercerita bahwa Faizal mengajak berhubungan suami-istri dan dijanjikan diberi uang Rp200 ribu,'' terang Mustofa.

Merasa sakit hati, tersangka AS berencana untuk membunuh korban dengan menggunakan pisau. Kemudian, keesokan harinya pada Sabtu (5/7) sore Faizal tiba-tiba melintas di depan kedai tuak milik AS.

''Melihat korban, AS kemudian mengambil pisau yang telah dipersiapkan dan langsung mengejar korban dengan menggunakan sepeda motor KTM warna hitam dan langsung menabrak ban motor korban,'' terang Mustofa.

Setelah berhenti, tersangka AS langsung menikamkan pisau yang dibawanya ke tangan kanan korban, bagian punggung korban dan bagian tubuh korban lainnya berulang kali.

''Setelah korban terkapar, AS langsung kabur ke arah Sintong – Sekapas hingga akhirnya Kota Duri,'' jelas Mustofa.

Kemudian, saat berada di Kota Duri. Tersangka AS sempat menjual sepeda motor KTM warna hitam seharga Rp500 ribu.

Atas perbuatannya, tersangka AS disangkakan Pasal 340 KUH.Pidana dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sebelumnya, Warga dihebohkan saat menemukan pria berbaju tewas dengan kondisi mengenaskan di kebun milik warga, Sabtu (5/7/2019) sore. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook