Selamat Jalan Dita, Tewas dengan Kaki dan Perut Membusuk

Senin, 07 Oktober 2019 - 20:50 WIB   [885 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Selamat Jalan Dita, Tewas dengan Kaki dan Perut Membusuk


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Gajah puntung yang biasa dipanggil Dita ditemukan tewas, dengan kondisi mengenaskan. Pertama ditemukan, tubuh hewan besar itu sudah membusuk  pada bagian kaki dan perutnya di Kubangan, di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Dari keterangan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, kematian Dita didapatkan dari  laporan  masyarakat tentang penemuan bangkai gajah sumatera di Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau.

''Untuk kebenaran informasi itu, kita berkoordinasi dengan koordinator Pelatihan Gajah (PLG) Sebanga untuk melakukan pemeriksaan di lokasi,'' terang Kepala BKSDA Riau, Suharyono, Senin (7/10/2019) sore.

Menurut Suharyono, berdasarkan hasil pemeriksaan bangkai gajah sumatera tersebut, jenis kelaminnya diketahui adalah gajah betina dengan perkirakan berumur 25 tahun.

''Ciri-ciri fisik Dita ada cacat
kaki kiri depan dengan tidak adanya telapak kaki, tidak mempunyai caling atau gading,'' kata Suharyono.

Menurut laporan tim di lapangan, sambung Suharyono, Dita ditemukan sudah membusuk pada isi perut sudah keluar.  

Selain itu, hasil autopsi juga tidak ditemukan adanya luka bekas benda tajam atau kekerasan fisik di tubuh Dita.

Sedangkan kematian Dita, diperkirakan sudah mati sekitar lima hari yang lalu.

''Melihat dari cir-ciri fisik gajah betina tersebut merupakan anggota kelompok gajah di Suaka Margasatwa {SM} Balai Raja yang dikenal dengan nama Dita,'' terang Suharyono.

Sebelumnya, sebut Suharyono, pihaknya bersama dengan Vesswic dan
HIPAM pernah melakukan kegiatan medis pada gajah tersebut.

 

Dita  saat mendapat perawatan medis.

Awalnya, terang Suharyono, di tahun 2014 lalu. Tim Balai Besar KSDA Riau menemukan telapak kaki depan sudah putus dan langsung segera dilakukan pengobatan.

Kemudian, di tahun 2016 tim medis Balai Besar KSDA Riau dan Vesswic kembali melakukan pengobatan luka pada kaki gajah tersebut.

Selanjutnya, pada tahun 2017 tim medis Balai Besar KSDA Riau dan Vesswic melakukan pengobatan karena kondisi gajah yang lemah, karena sudah berjalan sangat lambat.

''Tahun lalu, yakni 2018. Tim medis Balai Besar KSDA Riau kembali melakukan pengobatan sebanyak dua kali,'' ujar Suharyono.

Dita semasa hidup, terlihat sehat dan lincah

Namun, untuk mengetahui kepastian penyebab kematian Gajah Dita. Suharyono menegaskan, Balai Besar KSDA Riau menurunkan timnya untuk melakukan neukropsi terhadap jasad gajah tersebut.

''Langkah ini untuk memastikan penyebab kematian Dita,'' tutup Suharyono.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook