Dendanya Rp250 Ribu hingga Rp5 Juta

DLHK OTT 141 Warga

Selasa, 08 Oktober 2019 - 16:37 WIB   [50 Klik]

DLHK OTT 141 Warga


DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus melakukan penindakan bagi warga yang membuang sampah sembarangan, dan di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk itu, Satuan tugas (Satgas) DLHK Pekanbaru telah menindak sebanyak 141 warga, yang terjaring dalam operasi tertangkap tangkap (OTT) membuang sampah sembarangan.

‘’Hingga Senin (7/10) lalu, Satgas kebersihan telah berhasil melakukan OTT kepada 141 warga yang membuang sampah sembarangan, dan Pelanggaran Masih membuang sampah di luar jadwal yang telah ditetapkan,’’ kata Kepala DLHK Pekanbaru melalui Kasi Penegakan Hukum Rubi Adrian, Selasa (8/10).

Dijelaskan Rubi, jumlah tersebut terhitung sejak Januari 2109. Dari 141 warga yang terkena OTT, 76 di antaranya telah menyelesaikan sanksi administrasi, berupa pembayaran denda.

Sementara 65 warga lagi belum membayar denda, sehingga KTP nya masih disita sampai warga yang terjaring tersebut, menyelesaikan sanksi administrasinya dengan membayar denda.

Hingga saat ini, ada sebanyak 60 petugas DLHK yang tergabung dalam Satgas kebersihan tersebut. Petugas akan melakukan penindakan kepada warga yang membuang sampah sembarangan, dan membuang sampah di luar jam dari sekitar pukul 19.00-05.00 WIB.

Apabila didapati warga yang melanggar, petugas akan melakukan penyitaan KTP yang bersangkutan. Ia juga tidak menampik banyak mendapatkan penolakan dari warga yang terkena OTT, untuk menyita KTP mereka.

‘’Saat ditilang, KTP warga tersebut disita, datanya sudah diberikan ke Disdukcapil, untuk pemblokiran bagi warga yang belum membayar denda,’’ ungkapnya.

Apabila data sudah masuk ke Disdukcapil, dan warga tidak membayarkan denda, maka otomatis KTP terblokir dan warga harus membuat KTP baru, artinya identitas warga sudah diblacklist oleh pihak Disdukcapil.

‘’Kalau sudah bayar, nanti kami akan surati Disdukcapil untuk membuka blokirnya, karena pelanggar sudah melaksanakan kewajibannya,’ papar Rubi.

Melalui Peraturan Walikota (Perwako) nomor 134 tahun 2018, masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan, minimal dikenai denda Rp250 ribu dan denda maksimal Rp5 juta sesuai volume sampahnya.

Menurut Rubi, meski telah diberlakukannya sanksi dan denda, namun warga masih marak melakukan pelanggaran tersebut. Ia juga meminta pada kelurahan, RT/RW juga dapat mensosialisasikan aturan tersebut, sehingga pelanggaran dapat diminimalisir. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook