Rudenim Deportasi WNA Inggris

Selasa, 08 Oktober 2019 - 16:41 WIB   [53 Klik]

Rudenim Deportasi WNA Inggris

Rudenim Deportasi WNA Inggris.

PEKANBARU—Sempat menjadi gembel di kawasan Bengkalis, karena tidak memiliki biaya hidup. John Henry William D Anger warga negara asing (WNA) asal Inggris, akhirnya di deportasi pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Selasa (8/10).

Pria 47 tahun ini, diproses berdasarkan Pasal 78 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang besangkutan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sesuai pasal 75 Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Rudenim Deportasi                                                                                                                                                                                                                                                             Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior P Sigalingging mengatakan, John Henry William D Anger diketahui memasuki wilayah Indonesia secara resmi melalui Bandar Udara Internasional Senai Johor Bahru Malaysia ke TPI Soekarno-Hatta menggunakan Izin Tinggal Bebas Visa Kunjungan selama 30 hari pada tanggal 13 Juli 2019.

‘’Saat pemeriksaan dokumentasi perjalanan, yang bersangkutan sudah melewati masa izin tinggalnya (Overstay) selama 28 hari dan diwajibkan untuk membayar biaya beban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,’’ terang Junior P Sigalingging, Selasa (8/10) siang.

Namun, lanjut Junior, dikarenakan yang bersangkutan tidak memiliki biaya, maka petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis menempatkan John Henry William D Anger dalam Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis.

‘’Dia tidak memiliki uang pribadi, kantor Imigrasi Bengkalis menyerahkan pengurusannya kepada Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru untuk dilakukan pendeportasian kepada yang bersangkutan,’’ ungkap Junior.

Menurut Junior, sesuai Surat Keputusan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru Nomor W4.IMIGR.02.03-1782 yang ditandatangani dirinya, tentang Pendetensian 1 (satu) orang asing Warga Negara Inggris John Henry William D Anger.

Maka dilakukan pendataan, pengambilan foto, sidik jari, dan melaporkan kepada Kepala Divisi Keimigrasian, Direktur Jenderal Imigrasi, Kedutaan Besar Inggris serta berkomunikasi dengan pihak keluarga yang bersangkutan.

‘’Hasil komunikasi dengan pihak keluarga dan Kedutaan Besar Inggris, diputuskan segala biaya akomodasi yang timbul dari kegiatan pendeportasian yang bersangkutan (deporti) dibebankan pada pihak keluarga,’’ terang Junior.

Sedangkan biaya pengawalan dan akomodasi petugas dibebankan pada anggaran (DIPA) Nomor : SP DIPA -013.06.664593/2019.

‘’Pendeportasian dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 08 Oktober 2019 dengan pengawalan tiga orang petugas dari Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru,’’ beber Junior.

Proses Deporti akan diberangkatkan ke negara asalnya melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan pada pukul 12.40 WIB dengan menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-86 menuju Bandar Udara Internasional London Heathrow.

Saat ini, sambung Junior, untuk jumlah Deteni dibawah Pengawasan Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru. Untuk total pengungsi sebanyak 998 difasilitasi oleh IOM.

Untuk pencari suaka, tidak ada. Sedangkan untuk Final Rejected Person, ada 7 masih difasilitasi oleh IOM.

Kemudian, untuk Immigratoir ada satu yang difasilitasi oleh Rudenim Pekanbaru. Lalu, untuk pengungsi Mandiri ada satu dan tidak difasilitasi oleh IOM.

‘’Total pengungsi di bawah pengurusan Rudenim ada 1007 orang,’’ ungkap Junior. =MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook