1921 Penderita TB Ditemukan di Pekanbaru

Rabu, 09 Oktober 2019 - 16:21 WIB   [54 Klik]

1921 Penderita TB Ditemukan di Pekanbaru


PEKANBARU—Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menemukan sebanyak 1921 penderita Tuberkulosis (TB) sejak tujuh bulan terakhir. Jumlah tersebut terhitung dari Januari hingga akhir Juli 2019 lalu.

Penemuan penderita TB tersebut berkisar 34 persen, dari total target penemuan kasus yang diberikan Kemenkes RI sebesar 5720 kasus pada kurun waktu yang sama.

Jumlah tersebut berdasarkan dari Call Detail Records (CDR) dari puskesmas dan rumah sakit yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

‘’Berdasarkan data yang masuk sampai juli kemarin, ada 1921 kasus TB yang kita temukan. Baru sekitar 34persen dari target yang diberikan Kemenkes RI untuk penemuan kasus TB ini,’’ kata Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Rabu (9/10).

Dari jumlah penderita yang ditemukan tersebut, ia tidak menampik bahwa ada pengidap penyakit TB tersebut yang tidak terdata oleh Diskes Pekanbaru. Sebab Diskes hanya menerima data melalui Rumah sakit yang bekerjasama dengannya dan puskesmas milik pemerintah Kota Pekanbaru.

‘’Diluar itu mungkin masih banyak lagi yang belum terdata. Karena banyak juga pasien yang terkena TB berobat ke Rumah Sakit Swasta dan belum bekerjasama dengan Diskes,’’ ujar Amin.

Selain itu juga ditemukan kasus TB RO (Resistant Obat) sebanyak 24 penderita, terhitung sejak Januari hingga Juli 2019 lalu. Dimana, empat orang telah berhasil diobati, dan sisanya masih dilacak oleh pihak puskemas.

Sedangkan untuk kasus TB HIV ada 52 penderita ditemukan dalam kurun waktu yang sama. ‘’Orang yang terkena HIV daya tahan tubuh nya lemah, rentan terinfeksi TB. Dan sudah dirujuk ke PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) untuk pengobatan HIV. Itu ada sebanyak 52 penderita kita temukan,’’ pungkasnya.

Pihaknya saat ini berupaya untuk jemput bola melalui penguatan jejaring layanan TB (Publik Private Mix). Melibatkan fasilitas kesehatan Pemerintah dan Swasta untuk melaporkan kasus TB yang ditemukan dan diobati.

Diskes Pekanbaru juga telah melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Swasta, untuk pencatatan dan pelaporan data bagi pasien yang terinfeksi TB, guna memberikan perbaikan dalam pengobatan TB sesuai standar.

‘’Kita telah melakukan MoU dengan 21 Rumah sakit pemerintah dan Swasta di Kota Pekanbaru. Masih ada 9 Rumah sakit lagi yang belum Mou program TB ini. Tentunya kita berharap bisa segera bekerjasama, agar masalah TB ini bisa cepat ditangani,’’ terang Amin.

Menurutnya, dengan kerjasama tersebut, mereka bakal melakukan pencatatan dan pelaporan melalui sistem informasi tuberkulosis (SITT). Karena hasil penemuan ada 2030 kasus yang missing case saat pihaknya melakukan penyisiraan kasus TB di rekam medis RS tersebut.

‘’Kasus TB tersebut tidak dilaporkan ke SITT. Ternyata data dikirim langsung ke kementerian kesehatan melalui Subdit TB. Makanya di Pekanbaru itu jadi data Laporan Missing Case,’’ pungkasnya.

TB sendiri sebenarnya dapat dideteksi dengan mengenali gejala nya seperti, selama tiga pekan batuk secara terus menerus, berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas, badan menjadi lemah, dahak bercampur dengan darah atau penderita batuk berdarah, rasa sakit pada dada dan sesak napas, demam lebih dari sebulan, dan napsu makan menurun sehingga berat badan menurun. =MX23



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook