Mantan Kades Ditahan di Sialang Bungkuk

Rabu, 09 Oktober 2019 - 16:28 WIB   [63 Klik]

Mantan Kades Ditahan di Sialang Bungkuk

PIHAK kejaksaan membawa Kades Sering untuk ditahan sementara waktu di Rutan Sialang Bungkuk.

PANGKALANKERINCI—Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menahan M Yunus, mantan Kepala Desa (Kades) Sering, Kecamatan Pelalawan, Selasa (8/10) sore.

Dia diduga terlibat kasus pengutan liar (Pungli) Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR).

Mantan Kades dua priode yang telah berusia 62 tahun itu dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

‘’Ya, mantan Kades Sering dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan,’’ ujar Kajari Pelalawan Nophy T South SH MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasi Pidsus Andre Antonius SH.

Pada proses penyidikan di Tipikor Polres Pelalawan, terhadap Yunus tak dilakukan penahanan. Alasan penyidik Yunus sudah tua.

‘’Tersangka ditahan agar mudah menghadirkan di sidang nantinya. Apalagi setelah dicek dokter, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan sehat,’’ ungkapnya.

Ditambahkan Kasi Pidsus, pihaknya telah menyediakan enam orang Jaksa Penuntut Umum (JPU). ‘’Sebelum masa penahanan berarkhir, kita akan segera menuntaskan pemberkasan dan menyiapkan dakwaan, untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru,’’ pungkas Andre.

Terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SH SIK membenarkan adanya pelimpahkan tersangka korupsi dengan modus pungutan liar penerbitan SKGR. ‘’Setelah berkasnya rampung dan P21, maka tersangka dan barang buktinya kita serahkan ke pihak kejaksaan,’’ ujar Kasat Reskrim.

Kasus yang menjerat M Yunus terjadi pada tanggal 14 November 2014 silam. Ketika itu dia masih aktif menjabat sebagai Kedes Sering, menerima uang untuk menerbitkan SKGR sebesar Rp2 juta tiap persil surat.

Dengan total SKGR sebanyak 100 persil, uang pengurusan dibayar dulu sebesar Rp100 juta dari kelompok tani dari Parti Guntung, Desa Sering, Kecamatan Pelalawan.

Uang diserahkan Ketua Kelompok Tani, Jefri, melalui perantara Edi Arifin SSos, mantan Kasi Pemerintahan Kantor Camat Pelalawan yang kini menjabat salah satu lurah di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Uang diserahkan kepada tersangka Yunus di rumahnya di Jalan Jambu, Pangkalan Kerinci. Setelah SKGR selesai, akan diserahkan lagi Rp100 juta.

Setelah ditunggung-tunggu, SKGR tidak kunjung selesai diterbitkan dan diserahkan oleh tersangka.

Maka korban yang telah habis kesabaran, akhirnya melapor ke Polres Pelalawan akhir Desember 2016, dan ditindaklanjuti oleh penyidik Tipikor Polres Pelalawan.

Hingga akhirnya, Yunus ditetapkan tersangka. Walau tidak ditahan, tapi proses terus berlanjut dan berkasnya dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

Selanjutnya tersangka diserahkan ke pihak kejaksaan. Usai proses administrasi, pria yang mengenakan peci haji itu langsung ditahan oleh pihak kejaksaan dan dijebloskan ke dalam sel Rutan Sialang Bungkuk di bawah kawalan ketat petugas kejaksaan dan kepolisian. =MX14



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook