1.300 Penghuni Lapas Bangkinang Napi Narkoba

Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:58 WIB   [293 Klik]
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

1.300 Penghuni Lapas Bangkinang Napi Narkoba

Kepala Lapas Bangkinang, Herry Suhasmin, memperlihatkan hasil tes urine yang dilakukan bagi para pegawai lapas.

KORANMX.COM, BANGKINANG -- Kepala Lapas Bangkinang Herry Suhasmin mengungkapkan bahwa dari 1.800 penghuni Lapas Bangkinang,  1.300 di antaranya adalah napi narkoba.
“Dengan banyaknya kasus narkoba ini dirinya berharap, agar para narapidana ini dapat dipisahkan agar mereka bisa diobservasi,” ujarnya kepada koranmx.com, Kamis (17/10).

Herry menyebutkan, tentang jumlah pegawai yang saat ini ada di dalam Lapas Bangkinang hanya 99 orang. “Jadi sangat berbanding jauh dengan jumlah narapidana yang akan diawasi setiap hari,” jelasnya.

Sebenarnya kata Herry, saat ini di Pekanbaru sudah dibangun lapas narkoba dengan daya tampung hampir 3.000 orang. Namun pekerjaan hanya baru selesai 1 blok ruangan. “ Kalaulah lapas narkoba itu bisa dituntaskan, tentunya bisa dipisahkan. Sehingga daya tampung juga berkurang,” harapnya.

Terkait  berapa kali penangkapan narkoba yang nyaris masuk ke dalam Lapas Bangkinang,  ia tidak menampik narkoba itu sengaja dipesan dari para napi.  Namun sekarang ini ia sedang menyelidiki apakah sesama para napi di dalam ini menjual sesama temannya untuk dipakai bersama sama.

Bahkan untuk menjaga agar para pegawai lapas ini tidak ada yang pengguna narkoba, ia memeriksa seluruh pegawai dengan melakukan cek urine dadakan.
“Alhamdulillah tidak ada yang ditemukan dari para pegawai. Kalau sempat ada, bisa jadi mereka terlibat sebagai perantara,” tuturnya, sembari mengatakan itu untuk memastikan pegawai bersih.

Beragam Modus

Herry Suhasmin, menambah bahwa mereka berhasil berapa kali menggagalkan berbagai cara narkoba dibawa masuk ke lapas. Rata-rata narkoba yang masuk dibawa oleh tamu yang ingin membesuk napi. “Untungnya pegawai lapas teliti dalam memeriksa para tamu,” jelasnya.

Modusnya antara lain, ada yang memasukkan ke dalam jahitan pakaian, memasukkan dalam pempers, dalam pembalut wanita, nasi bungkus, lauk pauk, sandal, dan roti. “Jadi begitulah cara pesanan narkoba yang berhasil digagalkan,”tuturnya.

Namun sekarang ini modus baru pesanan yang dilakukan narapidana, dengan melempar barang terlarang tersebut dari luar. Hal itu kita temukan dan jumlah barang yang dilempar itu sangat banyak. “Mengenai hal itu sudah kita laporan ke pihak kepolisian,” bebernya.

Untuk sekarang ini yang kita harapkan adalah alat pendetek narkoba yang canggih. Tetapi harga cukup lumayan mahal. “Mudah-mudah pemerintah mengabulkannya, agar berbagai cara modus narkoba yang akan dibawa ke dalam bisa digagalkan,” pungkasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook