320 Personil Dikerahkan

Operasi Zebra Muara Takus Resmi Digelar, Sasar 8 Jenis Pelanggaran

Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:11 WIB   [179 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Operasi Zebra Muara Takus Resmi Digelar, Sasar 8 Jenis Pelanggaran

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi memimpin apel pembukaan Operasi Zebra Muara Takus 2019

KORANMX.COM, PEKANBARU--Operasi Zebra Muara Takus 2019 resmi digelar hari ini. Dibuka langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rabu (23/10/2019). 

Sebanyak 320 personil Polda Riau dan jajaran dikerahkan dalam kegiatan yang berlangsung selama dua pekan kedepan. Melibatkan POM TNI dan Dinas Perhubungan. 

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi mengatakan, Operasi Zebra Muara Takus 2019 ini bertujuan agar masyarakat lebih tertib dalam berkendara. 

''Berlalulintas itu artinya bertingkah laku berkendara yang baik di depan publik," ucapnya. 

Selain kendaraan pribadi, lanjut Kapolda pihaknya juga akan melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas dan melengkapi surat-surat kendaraan nya. 

''Saat berkendara itu semua surat dan atribut harus lengkap,'' ujarnya. 

Didampingi Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Bhirawa Braja Paksa, Kapolda menjelaskan ada 8 poin yang menjadi sasaran personil dalam melakukan penindakan. 

"Ada 8 poin yang menjadi perhatian personil saat menggelar razia," sebutnya. 

Kedelapan poin tersebut yakni, dilarang berkendara sambil menggunakan handphone, melawan arus hingga berboncengan lebih dari dua orang untuk sepeda motor.

Kemudian, pelanggaran lain yang menjadi sasaran penindakan adalah pengendara di bawah umur, bermotor tanpa menggunakan helm standar hingga berkendara dalam keadaan mabuk dan di bawah pengaruh Narkoba.

Dan dua poin terakhir adalah berkendara dengan melebihi ambang batas kecepatan, dan penegakkan hukum terhadap pelanggaran administrasi, berupa surat-surat kendaraan dan pengemudi.

Pihaknya berharap dengan digelarnya operasi ini, peraturan lalu lintas bisa lebih dimaksimalkan sesuai aturan dalam undang-undang lalu lintas. Guna melindungi masyarakat dari fatalitas kecelakaan lalu lintas. 

''Kita ingin melindungi masyarakat dari kecelakaan yang fatal,'' ungkapnya. 

Dengan adanya operasi ini lanjut Agung, angka laka lantas dapat ditekan sehingga tak banyak masyarakat, khususnya di Riau yang dilanda musibah akibat kecelakaan. 

Ditambahkan Agung, operasi ini sengaja melibatkan POM TNI dan berkolaborasi dengan instansi lainnya, karena apabila ada anggota TNI yang melakukan pelanggaran bisa langsung ditindak. "Kita ingin semua warga negara mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum," pungkas Agung. (***) 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook