Modus Disekolahkan, Cewek Dipaksa Nikah dengan Pria Tua

Rabu, 30 Oktober 2019 - 18:00 WIB   [100 Klik]

Modus Disekolahkan, Cewek Dipaksa Nikah dengan Pria Tua

Tersangka kasus perdagangan manusia diamankan polisi.

INHU—Dua orang pria berinisial FT (41) dan AR (50) tak bisa mengelak. Keduanya ditangkap tim Opsnal dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Indragiri Hulu (Inhu).

Keberadaan kedua pelaku diduga human trafficking itu terendus di lokasi dan waktu berbeda. Penangkapannya dipimpin Kanit PPA, Aiptu Khairul Umam yang melakukan penyelidikan dan perburuan selama tiga pekan.

Dalam penangkapan ini, tim berhasil mengembalikan korban perdagangan anak di bawah umur tersebut. Insialnya MW yang masih berusia 14 tahun.
Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK melalui PS Paur Humas Aipda Misran, membenarkan adanya pengungkapan kasus  human trafficking tersebut. Kini pihaknya masih melakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Dijelaskan Misran, kasus ini berawal pada 2016 lalu. Orangtua korban RS (37) diajak tersangka FT untuk bekerja di PT Sumber Reksa Kencana (SRK), perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu.

Kepada orangtua korban, FT mengaku sebagai kepala rombongan buruh harian lepas di perusahaan itu. Lalu, RS menerima tawaran kerja tersebut dan membawa keluarganya untuk tinggal di barak perumahan karyawan PT SRK.

Setelah beberapa hari bekerja, FT melihat anak perempuan RS yang saat itu masih berumur 11 tahun. Entah apa yang merasuki benaknya, FT berniat untuk menjualnya.

Bermodus ingin memasukannya sekolah, FT membawa korban tinggal bersamanya di Peranap. Orangtua korban tidak curiga, karena berharap anaknya bisa mendapat pendidikan layaknya anak-anak lain seusianya.

Insting seorang ibu ternyata tidak bisa dibohongi. Sejak berpisah, RS tidak bisa berkomunikasi dengan anaknya, meskipun lewat telepon.
Tiga tahun berlalu, RS menanyakan kabar anaknya. Saat itu FT menjawab anaknya sudah tamat sekolah dan sekarang sudah bekerja di Berastagi.

Kaget bukan kepalang. RS meminta FT menghubungi anaknya, karena rindu. Namun FT berusaha mengelak dan mengaku tidak bisa diganggu. Alasannya sibuk dengan pekerjaannya.

Firasat RS semakin tidak enak terhadap nasib anaknya. Maret 2019 lalu, RS mendapat kabar dari rekan kerjanya jika korban telah dinikahkan oleh FT pada orang yang sudah lanjut usia di Berastagi.

Saat itu juga RS langsung meminjam handphone temannya dan menghubungi Fondra Buulolo yang merupakan orang sekampung serta pernah menjadi ketua rombongan di kebun akasia PT RAPP Pangakalan Kerinci, Pelalawan. Ia minta Fondra menjemput dan mengeluarkannya dari barak PT SRK pada 27 Juli 2019.

Dari Peranap, RS beserta keluarganya dibawa ke Pangkalan Kerinci. Begitu sampai, barulah RS menceritakan nasib buruk yang dialaminya anaknya. Saat itu juga, Fondra menelepon kenalannya Soza di Berastagi untuk memastikan kebenaran informasi tentang korban.

Tenyata benar, Soza mengatakan jika FT telah menjual korban pada seorang laki-laki tua berinisial RBG (53). Bahkan, sudah menikahi korban.

Tak terima, orangtua korban melapor ke Polres Inhu pada 20 September 2019 lalu. Tim PPA Polres Inhu bergerak cepat. Alhasil, FT diamankan di di Cerenti, Kabupaten Kuansing pada 28 Oktober 2019.

Kepada polisi, FT mengakui semua perbuatannya. Ia menjual korban kepada pria tua melalui perantara AR.

Tersangka AR menjual korban seharga Rp20 juta. Namun uang yang diterima FT dari tangan AR hanya Rp13 juta.

Sedangkan pernikahan antara korban dengan RBG dilaksanakan pada 1 November 2018 silam di Tanah Karo, Sumut. Bahkan FT juga ikut menyaksikan dan menandatangani surat keputusan pernikahan.

Berdasarkan keterangan FT, tim PPA berangkat ke Berastagi guna melakukan pengembangan. Sekitar tiga minggu melakukan penyelidikan, barulah AR berhasil ditangkap pada 15 Oktober 2019 lalu.

AR mengaku telah menjodohkan korban dengan RBG dan menerima mahar pernikahan sebanyak Rp25 juta. Selain AR, tim PPA juga berhasil membawa pulang korban ke pangkuan orangtuanya setelah tiga tahun terpisah.

‘’Korban mengaku telah dipaksa menikah dengan RBG, karena orangtuanya berutang pada FT. Korban kemudian diancam, jika tak mau menikah, maka tersangka FT akan menghabisi semua anggota keluarganya. Sekarang FT dan AR  telah diamankan di Mapolres Inhu untuk proses hukum selanjutnya,’’ ungkapnya. =mx21



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook