Korupsi MTQ Inhu Dilimpahkan ke PN

Kamis, 31 Oktober 2019 - 16:00 WIB   [44 Klik]

Korupsi MTQ Inhu Dilimpahkan ke PN

Tersangka saat akan dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

INHU—Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu (Inhu) melimpahkan berkas dakwaan tiga tersangka ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (30/10).

Ketiga tersangka tersebut adalah Amat Jalil, Subandi dan Mulheri. Mereka bertiga merupakan tersangka perkara dugaan korupsi dana kegiatan makan dan minum serta pemondokan Musabaqah Tiawati Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Inhu tahun 2017.

“Benar, kita sudah terima berkas ketiga tersangka,” ujar Panitera Muda (Panmud) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rosdiana Sitorus SH saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut dikatakannya, terhadap berkas dakwaan itu, pihaknya akan melakukan penunjukan majelis hakim dan jadwal persidangan.

“Berkasnya sudah di meja ketua pengadilan, untuk penunjukan majelis hakim yang akan mengadili ketiga calon terdakwa itu,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Inhu, Ostar Alpansri SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima orang tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Tim JPU ada lima orang. Saya langsung ketua timnya,” ucapnya.

Untuk diketahui, tersangka Amat Jalil dalam kegiatan bermasalah ini, merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Selanjutnya, tersangka Subandi, merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sedangkan tersangka terakhir, Mulheri, merupakan pihak rekanan yakni Direktur CV Listra.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf b, (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tidak hanya itu, ketiga tersangka juga dikenakan Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf b, (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan

Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, adapun modus yang diduga dilakukan ketiga tersangka yakni, melakukan mark up dana kegiatan tersebut. Dari hasil temuan yang dilakukan penyidik, didapati kerugian negara hingga Rp400 jutaan. =MX10/MX21



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook