Dewan Tuding Pemko Tidak Tegas

Kontraktor Pasar Induk Diminta Mundur

Minggu, 03 November 2019 - 16:52 WIB   [76 Klik]

Kontraktor Pasar Induk Diminta Mundur


SEJAK tahuh 2016, pembangunan pasar induk belum menunjukkan progres positif. Bahkan kalangan legislatif menilai pembangunan pasar induk yang melempem ini akibat Pemerintah Kota Pekanbaru tidak tegas kepada pihak kontraktor yang sudah lalai dalam pencapai target kerja.

Padahal, menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru H Fatullah. Jika pembangunan pasar induk ini rampung, bisa menampung para pedagang dalam melakukan bongkar muat barang dan membuat aktivitas pedagang lebih teratur.

‘’Mampu apa tidak kontraktornya untuk merealisasikan itu. Kalau tidak mampu kami minta untuk mundur saja,’’ tegas Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah SH.

Menurut Politisi Gerindra ini lagi, Pemko dalam Pembangunanan Pasar hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku leading sektornya harus tegas terhadap kontraktor pelaksana pembangunannya.

‘’Pemko harus tegas, jika kontraktor tidak bisa memenuhi target, disarankan untuk diganti saja. Jika tidak diganti, maka pasar induk yang ingin dibangun tidak akan pernah tercapai,’’ kata Fathullah.

Selama ini yang terjadi menurut Fatullah lagi, Pemko terlalu longgar, dengan memberikan dispensasi yang berlebihan (tambahan waktu lagi).

Padahal sudah jelas sampai saat ini juga tidak ada progres yang tampak, kecuali hanya tonggak pondasi. Mestinya saat ini sudah rampung pembangunan pasar itu.

‘’Kan sudah jelas juga, tidak bisa membuktikan kinerja yang ditarget kan. Jadi cukuplah, jangan terlalu longgar dengan kontraktor itu, jika tidak mampu mereka ya ganti sajalah, tunggu apalagi. Karena sudah banyak warga yang mempertanyakan realisasi pasar ini,’’ ujarnya.

Maka dari itu, dengan melihat grafik pembangunan pasar induk ini tidak ada kejelasan, maka komisi II berencana dan menjadwal kan pemanggilan terhadap kontraktor dan juga pihak Pemko sendiri. Bahkan juga akan melakukan sidak ke lokasi pembangunan pasar induk.

Melihat kondisi saat ini juga, disebutkan Fathullah, bahwa Pekanbaru yang merupakan ibukota provinsi Riau, merupakan kota besar dan menjadi rujukan atau perbandingan dari kota-kota besar lainnya.

Maka pasar induk ini harus ada di tengah tingginya mobilitas pergerakan manusia dan kendaraan. Tujuannya menata rapi dan tertib. Saat ini, keberadaan pasar induk itu memang perlu perhatian dari Pemko. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook