Proyek IPAL Mengganggu

Kamis, 21 November 2019 - 16:57 WIB   [538 Klik]

Proyek IPAL Mengganggu

Pekerja proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) saat menanam plat besi menggunakan alata berat.

PEKANBARU--Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di wilayah Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru yang dimulai sejak 2018 lalu tak kunjung selesai. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat.

Keluhan masyarakat dimulai dari ditutupnya jalan, galian tak ditutup rata, jalan tak diaspal lagi dan lainnya. Bahkan, waktu pengerjaan tak teratur.

Menurut salah salah seorang warga Dora, pekerjaan pembangunan IPAL cukup meresahkan. Apalagi pekerjaan dilakukan siang malam. Terlebih suara mesin alat berat cukup keras hingga membuat istirahat malam terganggu.

Tidak hanya itu, saat penanaman besi pancang untuk penanaman pipa saluran menggunakan mesin, menghasilkan getaran yang cukup kuat.

"Takutnya bangunan bisa roboh, karena di sini juga banyak bangunan lama. Tadi saja getaran akibat mesin pancang itu cukup kuat," kata Dora, salah satu karyawan percetakan yang berada di dekat pembangunan main hole IPAL Jalan KH Ahmad Dahlan, Kamis (21/11).

Menurutnya, getaran yang dihasilkan dari pemancangan penanaman pipa IPAL itu cukup sering terjadi.  Di sisi lain, arus lalu lintas juga terganggu akibat penyempitan jalan. Pasalnya, main hole IPAL itu dikerjakan tepat di tengah-tengah ruas jalan.

"Sore sering macet juga, karena lalu lintas padat waktu pulang kerja," terangnya.

Pekerjaan pembuatan main hole IPAL itu sudah berlangsung sejak September lalu. Ia berharap agar pekerjaan cepat selesai.

Sementara itu, Kiki salah satu pedagang yang berjualan tidak jauh dari tempat pembangunan main hole IPAL mengatakan, omzet penjualannya. "Ia, karena orang menghindar lewat ke sini lagi, karena macet. Yang beli itu jadi sepi. Lumayan terasalah penurunan omset nya," ujar Kiki.

Ruas jalan dan gang yang terkena penggalian belum diperbaiki. Salah satunya di di Gang Pelita, RT 4 dan RT 05, RW 01, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi.  Jalan yang awalnya mulus, kini tidak rata akibat belum diaspal ulang dan juga terputus-putus.

“Ntah kapan selesainya. Mulai dikerjakan sebelum lebaran Idul Adha, namun tanggal tepatnya saya lupa,” ujar salah satu warga yang tak mau disebut namanya.

Sejak proyek dimulai, sejumlah warga dibuat mengeluh.  Bahkan, karena jalan yang tak rata membuat sejumlah penjalan kaki terjatuh.

“Ada warga di sini marah-marah karena timbunan tanah tidak diratakan dan dirapikan oleh pekerja,”ungkapnya.

Pendapatan Berkurang
Proyek IPAL juga dikeluhkan para pelaku usaha. Sejak pengerjaan, omset mereka berkurang. Bahkan, ada yang memilih untuk pindah.

Salah seorang  pedagang di persimpangan Jalan Teratai dan KH Achmad Dahlan, Rizal mengatakan, sejak ditutupnya sebagian dekat lokasi penggalian, omsetnya jauh berkurang. “Jalan ditutup, sehingga konsumen tak bisa belanja,” ujar Rizal.

Hampir tiga bulan omset Rizal merosot. Ia mulai khawati dengan kondisi perekonomiannya .

“Kalau pengerjaan tak segera selesai, mau makan apa saya,” cetusnya.

Rizal berharap kepada pihak kontraktor agar cepat menyelesaikan proyek tersebut. “Para pedagang yang lain juga berharap sama dengan saya agar proyek tersebut segera selesai dan akses jalan kembali normal,’’ ungkapnya.

Camat Akui Ada Keluhan Warga
Ternyata, pembangunan IPAL di Kecamatan Sukajadi bakal berlangsung sampai tahun 2020. Kecamatan Sukajadi merupakan sasaran pertama dari proyek pengolahan limbah rumah tangga berupa air kotor yang diolah kembali menjadi air bersih tersebut.

Camat Sukajadi Abdul Barri mengatakan, proses pembangunan sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu. Mulai dari proses sosialisasi. Pembangunan ini akan rampung pada tahun 2020 mendatang.

“Untuk Kecamatan Sukajadi, 75 persen wilayah akan terkena pembangunan saluran IPAL. Pekerjaan dilakukan secara bertahap,” kata Barri, Kamis (21/11).

Menurutnya, dari total wilayah Kecamatan Sukajadi seluas 3,76 kilometer per segi, pipa instalasi pembuangan rumah tangga akan ditanamkan. Ia juga tidak menampik adanya keluhan dari warga terkait pembangunan IPAL di lingkungan rumah mereka.

“Memang ada beberapa masyarakat juga menyampaikan keluhan mereka. Namun, mereka tetap bisa menerima atas pekerjaan ini, karena ini kan progam jangka panjang,’’ terangnya.

Penanaman pipa saluran pembuangan untuk Kecamatan Sukajadi mencapai puluhan ribu meter yang membentang di bawah tanah. Mencapai 37.982 meter.

Dengan pembangunan main hole mencapai ratusan titik, karena di setiap 100-200 meter pipa akan dipasangkan main hole atau lubang utama. Saat ini untuk pembangunan main hole sendiri sudah 22 main hole.

Barri juga menambahkan, saat ini proyek dikerjakan oleh dua perusahaan. Yaitu PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya. Pembangunan pun juga dibagi menjadi dua bagian, Area Selatan 1 yang dikerjakan PT Wijaya Karya dan area Selatan II dikerjakan PT Hutama Karya.

Jalan Dikembalikan ke Bentuk Semula
Proyek IPAL saat ini masih dikerjakan di sejumlah titik di kawasan kecamatan Sukajadi. Sejumlah keluhan dari pembangunan IPAL itu mulai dirasakan masyarakat. Seperti macetnya arus lalulintas dan jalan yang rusak akibat dari pekerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, pekerjaan pembangunan IPAL itu berlangsung hingga tahun 2020 mendatang.

“Pekerjaannya sampai tahun 2020 nanti. Ada dua zona yang akan dilakukan pekerjaan IPAL itu. Sekarang kita mulai di Kecamatan Sukajadi dulu,” kata Indra Pomi, Selasa (19/11).

Menurut Indra, pembangunan saluran IPAL akan berlangsung di seluruh Kota Pekanbaru. Pipa pembuangan air limbah dari rumah tangga akan terhubung satu dengan yang lainnya.

Seluruh air limbah rumah tangga nantinya akan berujung di penampungan di Desa Teluk Lembu. Di sana akan diolah air limbah menjadi air bersih.

Galian IPAL itu dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dengan melibatkan dua kontraktor yaitu PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya.

Ia juga tidak menampik, dengan adanya pekerjaan IPAL itu membuat aktivitas masyarakat jadi terganggu. Sejumlah jalan bekas galian IPAL itu belum diperbaiki seperti semula.

“Nanti akan diperbaiki kembali jalan rusak itu. Mereka akan mengembalikan jalan sebagaimana mestinya. Karena pekerjaan mereka belum tuntas, belum dapat mereka perbaiki. Nanti akan kita koordinasikan kembali,” jelas Indra.

Dalam ekspos pertama Kementrian PUPR, perbaikan jalan akan dilakukan dengan beton dan dilapis lagi dengan lapisan fleksibel (aspal). 

“Pekerjaan mereka belum tuntas. Sekarang mereka masih dalam tahap konstruksi. Belum mencapai 50 persen dari bobot pekerjaan mereka. Memang masih belum bisa mengembalikan ke kondisi awal,” tutupnya.

DPRD Gelar Hearing
Keluhan warga terkait proyek pembangunan IPAL sampai ke DPRD Kota Pekanbaru. Sakag satunya anggota Komisi IV Roni Paslah SE.

“IPAL ini kegiatan hibah dari Bank Dunia. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas PUPR harus memperhatikan dampak yang ditimbulkan. Termasuk galian yang telah selesai tidak ditutup lagi. Yang seharusnya kembali diaspal seperti semula,’’ sebutnya.

Hal ini, kata Roni Paslah, tentu menjadi perhatian PUPR. Supaya kenyamanan masyarakat berlalu lintas menjadi prioritas.

‘’Untuk usaha-usaha yang terganggu dengan IPAL tentu harus dicarikan solusinya. Supaya orang yang berusaha tidak terganggu dengan program pemerintah,” tegas Roni
Ke depan, politisi PAN ini meminta Pemko Pekanbaru dalam hal ini Dinas PUPR harus menyisir saluran IPAL yang sudah dibuat. Sehingga diketahui dampak kerusakan yang ditimbulkan.

“Kita akan coba panggil Dinas PUPR untuk hearing masalah pemanfaat limbah sejauh mana bermanfaat untuk masyarakat. Di mana yang kita pantau masyarakat tidak merasakan manfaat dari IPAL dan penggunaan IPAL yang digali untuk masyarakat mereka tidak tersosialisasikan dengan baik. Sehingga limbah apa yang masuk ke sana masyarakat tidak tahu,” tegas Roni.

Kontraktor Bungkam
Mengenai keluhan masyarakat, pihak kontraktor proyek pembangunan IPAL yang ditemui Pekanbaru MX di lokasi enggan berkomentar. Kamis (21/11) siang itu, mereka sedang memasang tiang besi yang menimbulkan getaran hebat.

‘’Bukan gak kasi komentar, tadi saya telepon atasan katanya lebih baik ke PU (pekerjaan umum),’’ kata pria yang memakai helm Wika yang tak mau disebut namanya. =MX11/MX12/MX23



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook