Aksi Gebrak Meja di Paripurna Pelantikan Wakil Ketua DPRD Rohul

Selasa, 26 November 2019 - 14:56 WIB   [509 Klik]
Reporter : Amin Syukri
Redaktur : Oce E Satria

Aksi Gebrak Meja di Paripurna Pelantikan Wakil Ketua DPRD Rohul

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Nono Patria Pratama sebagai Wakil Ketua DPRD Rohul 2019- 2024, Senin (25/11) [Foto:Halloriau]

KORANMX.COM, ROKAN HULU—Sidang Paripurna Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Nono Patria Pratama sebagai Wakil Ketua DPRD Rohul 2019- 2024, Senin (25/11) sempat diwarnai  aksi gebrak meja oleh salah seorang anggota DPRD Rohul, Ali Imran.

Ali Imran yang juga anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menggebrak meja karena saat dirinya interupsi, tidak dihiraukan oleh pimpinan sidang yakni Ketua DPRD Rohul Novliwan Ade Putra.

Ia  menginterupsi  untuk menyampaikan agar Bupati Rohul Sukiman dan pmpinan parpol yang juga hadir pada paripurna tersebut segera duduk bersama untuk mengisi kekosongan kursi Calon Wabup Rohul yang sudah lama kosong.


Interupsi Ali Imran dari anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Rohul dianggap Ketua DPRD Novliwanda Ade Putra itu tidak berkaitan dengan pelantikan Nono Patria Pratama. Kendati demikian  ia  tetap menyampaikan desakan Bupati Rohul H Sukiman dan para pimpinan partai politik yang hadir untuk segera duduk bersama, menentukan dan segera mengisi kekosongan kursi Wabup Rohul.

Namun Ali Imran tetap merasa interupsinya tidak digubris. Ia kesal dan sempat menggebrak meja sebelum meninggalkan ramainya ruang paripurna DPRD Rohul yang sedang merayakan Hari Ulang Tahun Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra.

 

Ali Sebut Soal Komitmen Pengusung Suparman-Sukiman

Ditemui di ruang Fraksi Nasdem, Ali Imran yang masih tampak kesal mengakui, ia sengaja menyampaikan interupsi karena banyak tokoh Rohul yang hadir di acara pelantikan dan pengambilan Sumpah Nono Patria Pratama sebagai Wakil Ketua DPRD Rohul dari Partai Golkar.

”Seaharusnya inilah waktu kita menyampaikan, dan juga pada hari ini hadir beberapa pimpinan partai politik yang mengusung Suparman-Sukiman,” kata Ali Imran.

Ali menilai, dengan masuknya Kabupaten Rohul sebagai kabupaten dengan penduduk termiskin di Provinsi Riau, tentu pemerintah harus sigap dalam menyikapi setiap persoalan yang ada.

“Karena itu memang kursi kekosongan Wakil Bupati ini harus segera kita isi, kita ingin menekankan komitmen dari Bupati Rokan Hulu dan pimpinan-pimpinan partai politik untuk segera melakukan pembicaraan duduk bersama dan dibawa ke DPRD,” harap Ali.

“Jangan lembaga DPRD juga dipersalahkan dengan tidak adanya Wakil Bupati saat ini, sementara itikad dari pimpinan-pimpinan partai politik yang ada tidak ada,” tambah Ali, anggota DPRD Kabupaten Rohul dari Dapil II Rohul itu.

Ali mengakui bahwa DPC Partai Nasdem Rohul menjadi partai pertama yang mengusung dan mengusulkan calon pengganti Wakil Bupati Rohul, termasuk partai pengusung Suparman-Sukiman lain juga sudah mengajukan.

“Kenapa kita tidak duduk bersama di tengah banyak problemnya yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, ini yang membuat kami kesal?,” kata Ali dan mengaku tidak sedikit acara yang tidak penting dilaksanakan.

“Saat kita ingin membuka itu ke tengah masyarakat, supaya kita tahu duduk persoalannya seperti ini kok kami tidak diberikan waktu, tidak diberikan celah untuk menyampaikan itu, ini yang membuat kami kesal,” ucapnya.

Ali mengakui, bahwa lambannya penentuan calon Wabup karena tidak adanya itikad baik dari pemerintah daerah tidak ada.

 

Ali Mungkin Tak Baca Tatib

Soal  tidak digubrisnya intrupsi Ali Imran, Ketua DPRD Kabupaten Rohul Novliwanda Ade Putra, mengatakan interupsi di dalam Rapat Paripurna Istimewa tidak dibolehkan dalam Tatib DPRD Rohul.

“Cuma mungkin, baca lagilah Tatib kita, karena ini acara istimewa sehingga di forum-forum lain beliau bisa sampaikan itu. Kan sekarang sudah ada kamar-kamarnya, komisi-komisi sudah ada, panggil pemerintah,” saran Wanda.

Wanda juga mengatakan, selain tidak dibolehkan interupsi, pada Rapat Paripurna Istimewa juga dihadiri banyak tokoh, termasuk tokoh dari berbagai daerah.

“Makanya kami pimpinan tidak mempersilahkan interupsi karena tidak bolehkan di Tatib kita,” tegas alumni Yogyakarta tersebut.

Novliwanda mengakui, bahwa sejak awal DPRD Rohul sudah persiapkan aturan untuk calon Wabup Rohul, dan saat ini DPRD menunggu dari pemerintah dan Parpol untuk mengusulkan nama siapa bakal calon yang akan dicalonkan sebagai Wabup Rohul. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook