Kelangkaan Gas Elpiji

Komisi III DPRD Pekanbaru Panggil Disperindag

Selasa, 26 November 2019 - 16:27 WIB   [56 Klik]

Komisi III DPRD Pekanbaru Panggil Disperindag

Suasana hearing komisi III dengan Disperindag kota Pekanbaru

PEKANBARU-- Komisi II DPRD Kota Pekanbaru mengadakan rapat dengan pendapat bersama salah satu mitra OPD terkait yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Selasa (26/11) siang.

Dalam rapat ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru H Fatullah SH serta didampingi Wakil Ketua Komisi H Arwinda, dan anggota Komisi lainnya seperti Eri Sumarni, Sovia Septiani, Sri 
Rubianti, Roem Diani Dewi, Munawar dan Sabruddi.

Dari Disperindag dihadiri langsung oleh Kadisperindag Ingot Hutasuhut dan beberapa stafnya. Dalam rapat hearing disebutkan banyaknya permasalahan di masyarakat terkait gas elpigi 3 kg. 
Dimana masih susahnya masyarakat mendapatkan gas melon tersebut.

Ketua Komisi III DPRD kota Pekanbaru Fatullah mengungkapkan banyaknya keluhan terkait kelangkaan gas. Didapatlah solusi dari Disperindag untuk mereka mendata ulang pangkalan atau agen yang ada di Kota Pekanbaru.

''Mereka (Disperindag) juga nantinya akan mengadakan sidak ke pelaku usaha untuk melihat apakah pelaku usaha memiliki izin menggunakan gas subsidi. Kita juga sidak bersama Disperindag turun langsung kelapangan untuk melihat langsung agen atau pangkalan yang sudah diberi peringatan tetapi tidak mengindahkan peringatan tersebut, kita minta ke Disperindag untuk mencabut 
izinnya,'' jelas Fatullah.

Sementara itu, dijelaskan oleh Kadisperindag Kota Pekanbaru Ingot Hutasuhut bahwa dalam hearing tersebut, pihaknya menjelaskan mengenai suplay gas elpiji bersubsidi. Ia menjelsaskan dimana 
secara jumlah dan data yang diterima dari Pertamina, untuk suplay kota Pekanbaru sangat cukup antara 600 sanpai 700 tabung perbulannya.

''Kalau hanya diperuntukan untuk orang miskin, data masyarakat miskin kita dapat dari Dinas Sosial hanya lebih kurang 44 ribuan. Jadi kalau hanya untuk ke rumah tangga satu bulan mungkin 
tiga tabung untuk masak. Jadi lebih kurang 30 ribu tabung saja untuk masyarakat miskin. Sisanya saya kira sudah cukup untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah,'' jelasnya.

''Tapi ternyata terjadi keluhan-keluhan dari masyarakat. Jadi kita harus perivikasi, yang ngeluh ini berhak mendapat atau enggak. Saya juga mendapati ada masyarakat yang mampu yang juga 
membeli gas subsidi,'' tambahnya.

Lanjut Ingot, untuk pangkalan hampir setiap RW di Kota Pekanbaru memiliki pangkalan. Pihaknya berharap dengan adanya pangkalan di tengah masyarakat, dapat diawasi bersama masyarakat, dan RW.

''Kalau terjadi penyimpangan ataupun ketidak puasan masyarakat terhadap pangkalan, coba dimusyawarahkan oleh RW masing-masing atau di kelurahan, karena ini cara terbaik menyelesaikan 
masalah. Kalau masih bandel dan tidak ada perubahan dapat laporkan ke kita,'' jelasnya. =mx11

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook