Tersangka Narkoba Dikenakan TPPU

Rabu, 27 November 2019 - 16:10 WIB   [64 Klik]

PEKANBARU—Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) melimpahkan tersangka Narkoba Syamsuddin ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Rabu (27/11).

Pelimpahan itu, dalam rangka proses Tahap II Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Syamsuddin sendiri, sebelumnya, dalam perkara awalnya, yakni Narkoba 80 Kg, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, dengan pidana penjara seumur hidup.

Atas perkara awalnya itu, penyidik BNN kembali melakukan penyidikan TPPU terhadap Syamsuddin.

“Ya, hari ini tersangka Syamsuddin dilimpahkan ke kita dalam rangka Tahap II, untuk perkara TPPU-nya,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX.

Dikatakannya, dalam perkara TPPU ini, pihaknya menurunkan 6 orang JPU, yang nantinya akan melakukan penuntutan terhadap tersangka Syamsuddin.

“JPU ada 6 orang. 3 dari Kejagung (Kejaksaan Agung), 3 orang lagi dari kita (Kejari Pekanbaru). Ketua tim dari Kejagung,” katanya.

Sita Aset                                                                                                                                                                                                                                                                              Sehari sebelumnya, Selasa (26/11), tim dari Kejagung bersama penyidik BNN dan Kejari Pekanbaru, melakukan proses pra Tahap II. Yang mana, proses pra Tahap II itu, melakukan penyitaan aset milik tersangka Syamsuddin.

“Asetnya sudah kita sita, dan dalam pengawasan Kejari Pekanbaru,” ujar Robi.

Diterangkannya, adapun aset yang disita itu yakni, 2 unit rumah, 3 unit roda empat, yakni Toyota Yaris, Toyota Celica dan Honda CRV. Selanjutnya 2 unit sepeda motor masing-masing Yamaha RX-king dan Bennelli matic. Terakhir, 6 unit sepeda motor mainan anak-anak juga menjadi sitaan jaksa.

“Aset-aset milik tersangka ini, disita untuk perkara TPPU-nya,” terangnya.

Terkait dengan pidana awalnya, tersangka Syamsuddin dituntut oleh JPU Kejari Pekanbaru dengan pidana hukuman mati. Namun dalam vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, tersangka Syamsuddin divonis hukuman seumur hidup.

“Terkait pidana awalnya, kita masih melakukan upaya hukum kasasi,” tutur Robi.

Ditambahkan Robi, dalam perkara awalnya, barang bukti Narkotika yang berhasil diamankan BNN, sebanyak 80 Kg.

“BB-nya (barang bukti) sabu seberat 73 Kg dan sisanya Narkoba ekstasi. Total beratnya kurang lebih 80 Kg,” tambahnya.

Untuk diketahui, Syamsuddin ditangkap BNN di depan sebuah ruko di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru pada 18 November 2018. Saat itu, petugas hanya menyita barang bukti berupa 29 gram sabu-sabu.

Adapun Syamsuddin sempat menjadi buron selama dua tahun. Namun dia dapat dibekuk setelah BNN menangkap dua kaki tangan Syamsuddin, yakni Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi.

Syamsuddin merupakan bandar besar yang sempat bolak-balik Indonesia-Malaysia. Bahkan, setelah dua kaki tangannya dibekuk pada Agustus 2016, dia sempat kabur ke Malaysia.

Dua tahun kemudian, petugas BNN Riau berhasil melacak kembali Syamsuddin saat menjemput sabu-sabu di sebuah pelabuhan tikus di Pekanbaru. Petugas yang mengintainya langsung menangkap Syamsuddin. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook