Polda Riau Kembali Amankan Tujuh Tersangka Ilegal Tapping

Jumat, 29 November 2019 - 20:12 WIB   [149 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Polda Riau Kembali Amankan Tujuh Tersangka Ilegal Tapping


KORANMX.COM, PEKANBARU--Kepolisian Daerah (Polda) Riau, kembali mengungkap kasus pencurian minyak (ilegal tapping) yang dilakukan tujuh orang, di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Kelurahan Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Jum'at (29/11/2019) pagi. 

Tujuh orang yang diamankan, AF (38), AH (38) dan AZ (30) PR (31) BY (24) PS (27) MJ (47). 

''Penangkapan ke tujuh orang ini dilakukan Jum'at pagi,'' kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK, Jum'at (29/11/2019) sore. 

Dari penguasaan ke tujuh pelaku, diamankan sejumlah barang bukti antara lain satu unit mobil truck tangki warna kepala orange dengan no pol BK 9769 CL. Digunakan sebagai sarana untuk mengangkut minyak mentah dari kota Duri ke kota Medan. 

Barang bukti lainnya, satu unit sepeda motor merek honda beat warna hitam dengan nopol BM 3092 DC, digunakan sebagai sarana untuk menuju ketempat pipa yang hendak di bor/ dicuri minyak mentah nya. 

''Barang bukti yang diamankan sekitar 27 jenis,'' terang Sunarto. 

Para pelaku yang ditangkap ini, dilakukan menindaklanjuti beberapa laporan kejadian pencurian minyak mentah (ilegal tapping) di lokasi Tengganau Pinggir, Pematang dan Duri 13 PT Chevron Pacific Indonesia dengan laporan Polisi. 

Sedikitnya, ada dua laporan yang diterima Kepolisian yakni Laporan Polisi Nomor : LP/202/XI/2019/SPKT/RIAU/RES-BKS/RESKRIM, tanggal 29 Nopember 2019. Kemudian, Laporan Polisi Nomor : LP/203/XI/2019/SPKT/RIAU/RES-BKS/RESKRIM, tanggal 29 Nopember 2019.

''Ketujuh nya tertangkap, berawal dari dua laporan yang masuk ke kita,'' jelas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. 

 

Para pelaku juga dapat diamankan, setelah Team Opsnal Sat Reskrim melakukan penyelidikan di seputaran TKP Jum'at (29/11/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. 

 

Lalu, saat berada di lokasi, team opsnal mencurigai ada satu unit mobil truk tangki kepala orange dengan no pol BK 9769 CL yang keluar dari rumah makan Royal Bumbu, Kecamatan Pinggir. 

Atas kecurigaan itu, beberapa anggota tim opsnal mengikuti mobil truk tangki tersebut. Persisnya di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, truk tangki tersebut diberhentikan dan dilakukan penggeledahan. 

''Penangkapan pertama dilakukan terhadap dua orang yang berada di dalam mobil tangki masing-masing inisial PS (supir) dan JN selaku toke nya,'' terang Sunarto. 

Dari hasil interogasi, keduanya mengaku sebelumnya sudah pernah mengangkut minyak hitam dari wilayah Kecamatan Pinggir. 

Kepada petugas PS dan JN pun, langsung menunjukkan teman-temannya yang ikut dalam melakukan pencurian minyak mentah milik PT CPI. Sehingga langsung dilakukan pengembangan terhadap teman pelaku.

Tak lama berselang, sekitar pukul 04.30 WIB team Opsnal kembali berhasil mengamankan satu orang laki laki, dengan inisial AF yang hendak menjumpai sopir mobil atas nama PS. 

''AF diamankan baru selesai mengebor pipa minyak CPI di Tenganau, Kecamatan Pinggir,'' ungkap Sunarto. 

Sebelumnya AF mengakui juga pernah berhasil mengebor pipa minyak di Tenganau, sekitar tiga minggu yang lalu,'' beber Sunarto. 

Dari pengakuan AF, ia mengatakan beraksi melakukan pencurian minyak mentah bersama temannya IJ.

Bergerak dari tempat AF, sekitar pukul 04.45 WIB tim Opsnal kembali mengamankan AH dirumahnya. 

Di saat bersamaan, tim Opsnal juga melakukan pengembangan di rumah IJ. Dari sini, tim menemukan alat alat untuk mengebor pipa minyak mentah milik PT CPI yang diletakkan di dalam satu buah tas warna pink motif bintang. 

Kepada petugas IJ dan AH juga mengaku pernah melakukan pencurian minyak mentah di Tengganau bersama temannya BY Dan PW.

Dari rumah AH tim opsnal kembali melakukan pengembangan terhadap BY dan PW. Lalu sekitar pukul 07.00 WIB tersangka PW berhasil diamankan di rumahnya di Simpang Gajah, Kecamatan Pinggir. Sementara BY berhasil diamankan di rumah temannya di Tengganau, Pinggir. 

"Dari tangan BY ditemukan pipa selang sepanjang 30 meter,'' terang Sunarto. 

Hasil interogasi terhadap PW, ia mengaku pernah melakukan pencurian minyak mentah di Tengganau 3 minggu yang lalu bersama IJ, AH dan AF. Hasil pencurian diangkut menggunakan mobil truk tangki BK 9769 CL.

Sedangkan hasil interogasi BY hanya ikut mencuri di pipa minyak mentah milik PT CPI Desa Tengganau Kecamatan Pinggir.

Sedangkan dari pengakuan IJ, ia mengaku melakukan pencurian minyak mentah di area PT CPI sebanyak tujuh kali dengan rincian dua TKP di Desa Tengganau, Pinggir, empat TKP di Pematang Duri.  

TKP selanjutnya, satu kali di duri 13. Ia mengaku pernah menerima uang dari MAN (DPO) sebesar Rp.25.000.000 untuk hasil minyak mentah yang dicuri di Tengganau, Pinggir pada tanggal 12 November 2019.

Sedangkan pengakuan pelaku AF, ia telah mengaku melakukan pencurian minyak mentah sebanyak 3 kali dengan rincian, dua kali di TKP Tengganau, Pinggir dan satu kali di Pematang Duri. 

Kemudian, untuk pengakuan AH. Ia mengaku telah melakukan pencurian minyak mentah sebanyak tiga kali masing-masing di Tengganau, Pinggir dan Pematang Duri. 

Sedangkan pengakuan PW, ia mengakui melakukan pencurian minyak mentah sebanyak dua kali di wilayah Kecamatan Pinggir, Tengganau.

Untuk pengakuan BY, ia mengaku melakukan pencurian minyak mentah sebanyak satu kali di wilayah Kecamatan Pinggir. 

Sedangkan dari pengakuan MJ, ia mengatakan pernah membeli minyak hitam dari Duri kemudian dijual kepada PJ (DPO) di Kota Medan dan pernah memberikan uang hasil penjualan minyak kepada MAN (DPO) sebesar Rp25.000.000.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook