Sejak Agustus Dana Karhutla MPA Tak Cair, BPBD Riau Ngaku Tak Tahu

Minggu, 01 Desember 2019 - 14:48 WIB   [109 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Sejak Agustus Dana Karhutla MPA Tak Cair, BPBD Riau Ngaku Tak Tahu


KORANMX.COM, PEKANBARU--Sambil bersumpah. Gu mengatakan, sejak bulan Agustus 2019 hingga status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dicabut di Provinsi Riau. Ia dan beberapa anggota lainnya belum mendapatkan dana Karhutla Masyarakat Peduli Api (MPA). 

Sesuai pernyataan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, setiap personel yang turun ke lokasi Karhutla diberikan dana Rp171 ribu. 

Rinciannya, dari angka Rp171 ribu itu, minyak sehari Rp 7.000, untuk tiga kali isi. Kemudian uang makan Rp 50 ribu. Uang saku 100 ribu. 

Uang itu ternyata tidak langsung cair. Maka, saat ada tugas pengecekan ke lokasi Karhutla, atau turun ikut melakukan pemadaman. Gu dan rekan-rekan nya menggunakan uang dari saku sendiri. 

Ia bersama rekan-rekan lainnya, hingga beberapa kecamatan lain di Kota Pekanbaru, sudah pernah mempertanyakannya ke kantor BPBD Riau, Jalan Sudirman. Namun, tidak membuahkan hasil. 

''Alasan yang kami terima dari bu Elli, dana belum turun,'' kata Gu. 

Gu yang bertugas di BPBD Kecamatan Rumbai ini bahkan bersumpah menyebut atas nama Tuhan. ''Demi Tuhan tak selamat aku, jika berbohong,'' ucap Gu, kepada koranmx.com.

Dana Karhutla MPA itu lanjut Gu, pernah juga ditanyakan pihak Tenayan, Garuda Sakti, Rumbai dan Payung Sekaki. 

Sementara Elli, yang bertanggungjawab terkait pembayaran dana Karhutla MPA tersebut, saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. 

Upaya koranmx.com meminta keterangan melalui telepon tidak dijawab, sama halnya dengan upaya mendapatkan jawaban melalui pesan singkat WhatsApp dan sms. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger yang diminta keterangannya, Ia mengaku tidak tahu informasi tersebut. 

Untuk yang mengurus pembayaran intensif di kecamatan, tentu BPBD kabupaten/ kota nya yang menyelesaikan.

''Saya tidak tau permasalahannya. Coba kontak BPBD kota Pekanbaru,'' pungkas Edwar. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook