Gubernur Syamsuar Takjub Saat Melihat Mahkota Asli Sultan Siak

Minggu, 01 Desember 2019 - 00:00 WIB   [143 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Gubernur Syamsuar Takjub Saat Melihat Mahkota Asli Sultan Siak

Gubernur Riau, Syamsuar saat melihat Mahkota asli Sultan Siak

KORANMX.COM, PEKANBARU--Sebagai bangsa yang berterima kasih kepada jasa pahlawan dimasa lalu. Generasi muda Riau, perlu mengetahui sumbangsih dan pengorbanan Sultan Siak pada tahun 1915-1949 silam, untuk kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Bentuk pengorbanan yang telah diberikan Sultan Siak II yang merupakan pemimpin terakhir Siak Sri Indrapura telah menyumbangkan mahkota Sultan Siak Sri Indrapura dibuat dari emas bertahtakan berlian dan uang sebesar 13 juta gulden. 

Sejarah mencatat, mahkota itu diberikan secara cuma-cuma oleh Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno.

Saat ini, untuk diketahui keberadaan mahkota berhias berlian dan permata rubi kini berada di Museum Nasional Jakarta. Sumbangsih ini dilakukan sebagai penegas bahwa Kesultanan Siak Sri Indrapura yang dipimpinnya meleburkan diri ke dalam NKRI.

Gubernur Riau, Syamsuar pada Jumat, (29/11/2019) bersama Sekda Provinsi Riau, Yan Pranajaya berkesempatan melihat dari dekat Mahkota Sultan Siak di Museum Nasional di Jakarta. Kurang lebih sekitar satu jam Gubernur Riau menyaksikan mahkota asli di ruang Kepala Museum Nasional, Siswanto.

Mahkota Sultan Siak Sri Indrapura yang asli itu dibuat dari emas bertahtakan berlian dan rubi dengan diameter 33 cm, tinggi 27 cm, dan berat mencapai 1.803,3 gram. Mahkota ini dihiasi oleh tiga bunga teratai bertaburkan batu merah delima dan intan. Selain itu juga dihiasi dengan filigran motif sulur-sulur benang emas dan bunga. Daun-daun emas kecil dikaitkan dengan cincin menggantung di keempat lengkungan mahkota. 

Kemudian, pada bagian kening terdapat inskripsi Arab yang berarti ''mahkota emas'', yang terbuat dari kawat emas tipis. Mahkota emas tersebut saat ini dalam keadaan baik serta terawat dan menjadi koleksi Museum Nasional dengan nomor inventaris E 26.

Selama melihat dari dekat Mahkota Sultan Siak, Gubernur Riau Syamsuar tak henti hentinya berdecak kagum karena mahkota dari emas sebesar 1,8 Kg itu ditaburi berlian dan batu permata berwarna merah itu. 

''Baru pertama kali saya melihat mahkota asli ini. Sungguh luar biasa pengorbanan sultan. Selain menyumbang satu triliun untuk Republik Indonesia, ternyata juga diserahkan mahkota nya di museum ini,'' kata Syamsuar. 

Menurut mantan bupati Siak dua periode ini, masih ada yang lain peninggalan lainnya seperti keris dari kerajaan Siak. Sehingga, Pemprov Riau ingin menjadikan kebudayaan sebagai payung negeri kepariwisataan. 

Rasa syukur dengan mengucapkan ''Alhamdulillah'', disampaikan Syamsuar. Karena merupakan kali pertama melihat langsung mahkota dari emas 1,8 Kg ditaburi berlian dan batu permata berwarna merah itu. 

''Kita harus belajar dari sejarah berharga ini, dan menjadikan ketokohan Sultan Siak yang telah ditetapkan sebagai pahlawan Nasional, sebagai suri tauladan berbilang jaman,'' sebut Syamsuar. 

Melihat catatan sejarah di masa silam, tentang pengorbanan Sultan Syarif Kasim II. Ia mengajak, jangan sampai anak cucu kita melupakan sejarah. 

''Potensi budaya di Riau itu banyak, termasuk mahkota sultan ini,'' kata Gubernur Riau didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal. 

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal mengatakan, Mahkota Emas Kerajaan Siak itu telah resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB) dan memiliki peringkat sebagai BCB tingkat nasional. 

Yoserizal menyatakan, peringkat ini menandakan nilai penting dari benda tersebut unggul dalam aspek estetika dan historis yang mewakili nilai penting budaya Indonesia. 

 ''Mahkota Emas Kerajaan Siak itu tidak dipamerkan untuk umum sehari-hari, dan bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang diperkenankan untuk melihatnya secara langsung di dalam Museum,'' pungkas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yose Rizal.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook